• Redaksi
  • Hubungi Kami
Selasa, 10 Februari 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Kota

PGRI Sumut Refleksi Akhir tahun

Editor: Editor
Sabtu, 4 Januari 2020
Kanal: Kota

Editor:Editor

Sabtu, 4 Januari 2020
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Medan, POL | Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumatera Utara lakukan refleksi akhir tahun yang bertujuan untuk mengkilas balik apa yang telah dilakukan selama satu tahun.

Demikian dikatakan Ketua PGRI Sumatera Utara Drs abdul Rahman Siregar dalam konferensi pers akhir tahun 2019 baru baru ini di Hotel Madani Medan.

Rahman mengatakan untuk tahun 2019 PGRI Sumatera Utara sangat banyak mengalami ujian berat, terutama masalah diberhentikannya sebanyak 1.695 guru ASN yang tidak memiliki ijazah S1 oleh Bupati Simalungun.

Namun, berkat kerja keras PGRI Simalungun dan provinsi pada tanggal 8 Agustus 2019 SK Guru yang diberhentikan dicabut kembali oleh bupati dan para guru  dapat kembali mengajar.

“Yang sangat mengkhawatirkan saat itu masalah kesejahteraan guru honor dan kesejahteraan guru swasta yang telah dianggarkan di APBD Kota Medan hampir gagal bayar,” katanya.

Alhamdulillah, sebut Abdul Rahman, akhirnya PGRI Sumut dan Medan dapat menyelesaikan pembayaran uang kesejahteraan guru honor dan swasta tanggal 23 Desember 2019 dan 27 Desember 2019 sehingga para guru honor dapat merayakan tahun baru.

Untuk itu, Rahman mengucapkan terima kasih banyak kepada Bupati Simalungun dan Wali Kota Medan yang telah membantu guru. PGRI Sumut berharap semoga untuk tahun depan dapat meningkatkan penghasilan guru dan APBD kabupaten dan kota.

Selanjutnya dia mengungkapkan Sumut  merupakan provinsi yang  jumlah  gurunya  terbesar nomor  4  setelah   Pulau  Jawa,   namun   sangat  sulit  untuk  meyakinkan  para  guru  kembali  ke rumah  besar PGRI.

Hal ini disinyalir bermula  sejak  dibekukannya PGRI   tahun  2007    oleh  Pengurus  Besar  yang waktu  itu  dipimpin  Surya   selaku   Ketua  Umum. “Saya   waktu  itu hanya sekretaris  umum PGRI Medan dan hanya guru SD  sampai  pensiun,  tapi amanah   tersebut saya emban demi  kemajuan  guru  di Sumatera  Utara,” katanya mengisahkan, suka duka perjalanan  membenahi  guru dan  organisasi  PGRI  ke kabupaten/ kota.

“Saat itu  saya hanya  sebagai Ketua TIM 7. Namun, kami  bisa  menyelesaikan  SK  guru  honor   di  sekolah  negeri  waktu  itu   hampir  sebanyak   8  kabupaten / kota   di  Sumatera Utara,  sehingga  mereka  mendapat   uang  sertifikasi  sampai  sekarang,” lanjut Rahman.

Setelah para guru SMA dan SMK dikelola provinsi dengan  lahirnya  UU No  23  tentang  Pemerintah  Daerah, PGRI Sumatera Utara dapat  menyelesaikan SK  guru  honor  SMA dan SMK. Sehingga  sejak  2017  mereka sudah  mendapat  honor  Rp40.000/jam dan tahun   2018  mendapatkan Rp 90.000/jam.

“Setelah itu  saya   terpilih   menjadi  Ketua   PGRI  Kota  Medan secara  aklamasi  tahun  2015 dan  tahun   2019 saya terpilih kembali  menjadi Ketua PGRI  Sumatera  Utara  masa  bakti 2019-2024,” katanya.   .

Sebenarnya, tambah Abdul Rahman, ketika itu dia hampir menolak tapi sang isteri dan  anak anak selalu  menasihati  untuk  selalu   membantu  guru   dan  hal  itu  tidak  mengurangi rezeki.

Menyinggung pengalaman berorganisasi, dia mengakui, sejak  muda  sudah  berkecimpung di dunia  organisasi khususnya PGRI yang dimulainya  dari ranting, cabang  dan  kota hingga provinsi.

Bahkan, semasa kuliah dia dibesarkan oleh HMI,  sehingga panggilan  jiwa berorganisasi terus  bergelora   untuk  membantu  teman-teman   guru  yang  kehidupannya kurang manusiawi.

Rahman juga mengajak para guru untuk kembali ke PGRI yang merupakan rumah besar para guru. “Kalau tidak kita yang membesarkan organisasi itu siapa lagi,” kata Abdul Rahman Siregar sembari berpesan kepada para pengurus PGRI kabupaten/kota untuk terus  memperjuangkan nasib  para guru. (POL/LMEN)

 

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Tags: Refleksi Akhir tahun
Berita sebelumnya

Jumat Bersih Perdana 2020 Cabang III PD Pasar, Korek Drainase dan Mengecat Kantor Pasar Sentosa Baru

Berita selanjutnya

Koalisi Menuju Bupati Samosir Gelar Syukuran Tahun Baru

TERBARU

Begini Langkah Dinkes Sumut Antisipasi Virus Nipah

Selasa, 10 Februari 2026

Kejari Belawan Tuntut Hukuman Mati Dua Terdakwa Kasus Sabu

Selasa, 10 Februari 2026

Mudik Lebaran 2026, Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat 100 Persen

Selasa, 10 Februari 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd