Medan, POL | Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sangat berduka dan kehilangan atas meninggalnya salah satu tokoh nasional pendidikan Basyuni Suria Miharja mantan Ketua Umum PB PGRI yang cukup lama menakhodai PGRI.
“Almarhum Basyuni sangat banyak jasanya dalam membangun dunia pendidikan dan pembinaan guru di negara ini,” ungkap Ketua PGRI Sumut Abdul Rahman Siregar di Hotel Madani Medan, Selasa (10/12/2019).
Rahman mengatakan, Basyuni juga punya andil dalam memerdekakan negara ini karena pernah terlibat langsung dalam memperjuangkan kemerdekaan negara Republik Indonesia dengan menjadi Tentara Pelajar (TRIP.
Bahkan, di masa kemerdekaan beliau juga beberapa periode menjadi Anggota DPR RI di Senayan. Dari latar belakang tersebut, sudah selayaknya negara ini memberikan penghargaan kepada beliau, sebagai salah seorang Pahlawan Nasional.
Menyinggung pemakaman tokoh pendidkan yang meninggal dunia 9 Desember 2019 di Jakarta, keluarga besar PGRI melihat apa yang dilakukan negara ini sudah pantas melihat jasa almarhum untuk negara ini, dengan memakamkan beliau sejajar dengan para pahlawan dan tokoh bangsa di pemakaman pahlawan Kalibata Jakarta.
“Seluruh anggota dan pngurus PGRI baik pengurus besar, provinsi, kabupaten dan kota serta cabang dan ranting perlu sadar, bahwa PGRI mempunyai tokoh besar sejajar dengan tokoh tokoh Nasional yang ada di Indonesia,” ujar Abdul Rahman.
Karenanya Ketua PGRI Sumut ini akan segera mengusulkan almarhum Basyuni untuk diberi penghargaan oleh negara menjadi Pahlawan Nasional. “Rekan- rekan juang PGRI dimanapun berada mari bersama-sama kita usulkan mantan Ketua Umum PGRI diberi gelar Pahlawan Nasional,” ujar Abdul Rahman Siregar. (POL/LUKMAN)







