Medan, POL | Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim, SE menghadiri acara kebersamaan Bulan Purnama yang diadakan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) Sumatera Utara (Sumut) di Wisma Benteng Restaurant Jalan Kapten Maulana Lubis Medan, Minggu (4/9/2022) malam.
Turut hadir Ketua Walubi Sumut, Brilian Moktar, Ketua Panitia Iwan Hartono Alam, anggota DPRD Sumut Rudy Hermanto dan anggota DPRD Medan Wong Chun Sen, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda serta tamu undangan lainnya.
Acara Konser Amal Festival merayakan Kue Bulan ini juga dimeriahkan oleh artis top nasional dan Sumatera Utara, tarian Barongsai dan beberapa acara menarik lainnya.
Pada kesempatan ini, Hasyim memberikan apresiasi kepada Walubi Sumut atas terselenggaranya malam kebersamaan Bulan Purnama atau festival Kue Bulan (Moon Cake).
“Untuk seluruh warga Tionghoa khususnya yang ada di Kota Medan sangat berterimakasih kepada Walubi Sumatera Utara yang telah menggelar kegiatan ini sebagai upaya melestarikan budaya Tionghoa yang sudah ada ribuan tahun lalu yang tetap kita laksanakan setiap tahunnya. Namun, saat covid-19 tahun kemarin kita tidak dapat merayakannya karena pandemi. Terimakasih juga untuk Dinas Kebudayaan Kota Medan yang telah mendukung adanya kegiatan ini dan even yang diselenggarakan Walubi ini nantinya dapat menjadi bagian dari Pemko Medan dapat menarik minat wisatawan yang ada di Kota Medan,” jelasnya.
Hasyim menyebutkan, festival ini adalah bagian dari kebudayaan Tionghoa yang melambangkan cinta kasih dan juga memiliki filosofi yang mendalam.
“Festival kue bulan merupakan perayaan terbesar kedua bagi masyarakat Tionghoa, setelah tahun baru Imlek. Festival ini jatuh setiap tanggal 15 bulan ke-8 pada kalender tradisional China. Perayaan ini juga sering dikenal sebagai Festival Pertengahan Musim Gugur. Biasanya, momen perayaan Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival ini digunakan sebagai momen untuk berkumpul bersama keluarga dan menikmati kue bulan bersama,” kata Ketua PDI Perjuangan Medan ini.
Senada dengan Hasyim, anggota DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen mengatakan, perayaan Kue bulan juga memiliki sejarah. Menurut legenda, kue bulan menjadi persembahan bagi roh bulan, tapi, ada pula cerita yang menyebut kue bulan merupakan kue perjuangan.
Pantauan awak media, perayaan malam kebersamaan Bulan Purnama yang diadakan Walubi Sumut ini juga dirangkai dengan undian berhadiah seperti elektronik dan hadiah utama satu unit sepeda motor matic. (POL/isvan)







