Me3dan, POL | Indonesia memperkuat koridor rantai pasok dari Sumatera Utara (Sumut) sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan daya saing ekonomi kawasan. Jalur pelayaran Selat Malaka dinilai menjadi peluang strategis yang perlu dimanfaatkan untuk memperkuat posisi Sumut dalam jaringan perdagangan regional.
Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi, Kementerian Koordinator Perekonomian Republik Indonesia, Edi Prio Pambudi, menyampaikan hal tersebut saat memberi sambutan pada Senior Official Meeting Indonesia Malaysia Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32 di Hotel JW Marriott Medan, Selasa (8/9/2026).
“Inilah mengapa Indonesia maju dengan pendekatan yang lebih terintegrasi, merencanakan kegiatan proyek dengan perencanaan pemerintah daerah dan memperkuat koridor rantai pasok kita dari Sumatera Utara,” kata Edi.
Menurut Edi, pelaksanaan IMT-GT tidak hanya membahas konektivitas, tetapi juga menjadi momentum untuk menata kembali kerja sama kawasan di tengah dinamika global yang terus berkembang.
“Momen IMT GT kali ini bukan hanya diskusi mengenai konektivitas semata. Menurutnya IMT GT merupakan momentum untuk menata ulang hal tersebut,” ujarnya.
Ia mengatakan, dinamika geopolitik yang terjadi belakangan ini turut mendorong ASEAN untuk memiliki strategi sendiri dalam menjaga stabilitas dan memperkuat kerja sama kawasan.
“Karena kita memahami situasi dinamis baru-baru ini di bawah ketegangan geopolitik, ASEAN juga perlu memiliki cara mereka sendiri tentang bagaimana menjaga resolusi mereka,” kata Edi.
Edi juga menekankan pentingnya kesiapan kawasan subregional menghadapi dampak El Nino untuk menjaga keamanan rantai pasok, khususnya ketahanan pangan dan kelancaran arus logistik. Sejumlah komoditas unggulan seperti karet, minyak kelapa sawit, produk perikanan, hortikultura bernilai tinggi, serta perdagangan digital dinilai dapat menjadi motor penggerak dan keunggulan kompetitif bersama.
“Indonesia siap memperluas bahan kimia kelapa sawit, biometan dan energi, serta produk hortikultura tropis ke pasar yang lebih luas, didukung oleh rumah pengemasan modern dan sistem rantai dingin yang tangguh di sistem sanitasi,” kata Edi.
Sementara itu, Delegasi Malaysia, Zunika binti Mohamed, menyambut baik inisiatif strategis di bidang pariwisata, termasuk rencana pemasaran dan media pariwisata IMT-GT serta studi untuk mempromosikan IMT-GT sebagai destinasi tunggal.
“Pariwisata lintas batas tetap menjadi pendorong ekonomi yang penting dan kami mendorong kerja sama pariwisata subregional yang lebih dalam termasuk segitiga pertumbuhan Jawa-Sumatra, konektivitas maritim, dan tautan perjalanan digital, untuk memposisikan IMT-GT sebagai destinasi berkelanjutan yang terintegrasi,” kata Zunika.
Senior Official Meeting merupakan rangkaian kegiatan IMT-GT hari kedua. Kegiatan selanjutnya akan dilanjutkan dengan Business Matching and Business Forum. (Isvan)







