Medan, POL | Makin maraknya judi online di kalangan masyarakat telah membuat resah yang tidak menyetujui adanya berbagai bentuk praktik perjudian termasuk judi online.
Apalagi di masa saat ini baik dari kalangan anak muda sampai orangtua sangat tertarik Bermain judi online. Sementara itu manfaat positip dari judi online yang diketahui berasal dari Malaysia, Taiwan, Hongkong, Thailand, Vietnam dan Singapura tersebut tidak ada membawa keuntungan bagi Indonesia. Malah yang ada adalah rusaknya moral generasi muda dan masyarakat di seluruh Indonesia yang telah ketagihan judi online.
“Untuk itu kita minta kepada Kapolri dan Kapoldasu melalui tim sibernya untuk memblokir praktik perjudian sistem online tersebut sebelum semakin merusak akhlak anak bangsa Indonesia,” kata anggota dewan dari Fraksi PDIP DPRD Medan, Wong Chun Sen pada Sabtu (24/10/2020).
Tidak ada manfaatnya bagi negara misalnya meningkatkan devisa, malah diketahui toke atau Bandar judi online itu berasal dari negara luar Indoensia. Blokir saja situs judi online yang masuk ke Indonesja apapun bentuknya, ujar politisi PDIP itu.
Wong Chun Sen mengatakan kemajuan zaman di era internet saat ini rentan sekali merubah watak dan perilaku masyarakat. Untuk itu perlu diperketat UU yang melarang perjudian termasuk itu judi online, sebutnya.
“Peran orangtua, guru, ulama dan pemerintah diharapkan mampu bekerjasama agar membuat generasi muda masyarakat Indonesia dapat tumbuh dengan baik. Bukan menjadi manusia yang tumbuh dengan pemikiran untuk merusak diri sendiri dan orang lain dengan segudang iming-iming dan angan-angan dapat hidup enak dan punya banyak uang tanpa mau bekerja keras secara positip. (POL/isvan)







