Medan, POL | Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi sangat rindu dengan suasana perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) seperti dahulu di Lapangan Merdeka Medan. Perayaan yang diwarnai bebagai atraksi dan parade, hingga kebebasan masyarakat untuk menikmati Kemerdekaan RI.
Hal itu disampaikan Gubernur Edy Rahmayadi ketika menghadiri rapat pelaksanaan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Kemerdekaan RI, Kamis (11/7), di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Nomor 30, Medan. “Saya rindu suasana perayaan Kemerdekaan RI di Lapangan Merdeka Medan seperti zaman saya kecil, dengan berbagai atraksi, seperti aksi menghidupkan meriam 17 kali, dimana masyarakat Sumut datang dan menikmati hari bersejarah bangsa ini,” ungkapnya.
Namun sayangnya, kata Gubernur, suasana kemeriahan perayaan Kemerdekaan seperti dahulu itu tidak ditemui lagi saat ini. Bahkan, makna kemerdekaan itu semakin berkurang dan hanya berupa kegiatan seremonial saja.
“Saya mau, dalam perayaan ini, kita harus mampu menggambarkan kemerdekaan yang diraih para pejuang di Sumut, seperti drama kolosal yang dilakukan pada perayaan Hari Bayangkara belum lama ini. Maka saya minta kita punya ide terbaik menunjukkan atau mengapresiasikan kemerdekaan yang dirasakan semua masyarakat Sumut,” jelasnya.
Gubernur juga menyampaikan, dalam waktu dekat akan meminta agar Lapangan Merdeka dikembalikan seperti dahulu, tanpa ada pertokoan. Karena Lapangan Merdeka sangat identik dengan Hari Kemerdekaan, tempat pertama kali pembacaan teks Poklamasi, bukan tempat bisnis dan semacamnya. (POL/W)







