Medan, POL | Moda transportasi angkutan massal perkotaan bersubsidi buy the service (BTS) atau Trans Metro Deli Kota Medan saat ini semakin digemari masyarakat. Data menunjukkan beberapa hari terakhir ini bahwa tingkat keberadaan penumpang (load-factor) yang seangkatan beroperasi pada bulan Desember 2020 paling tinggi di Indonesia adalah BTS Kota Medan .
Hal itu disampaikan Menejer Trans Metro Deli Ir Pahala Sitorus menjawab pertanyaan wartawan, Kamis (9/6) di kantor BTS Medan.
“Meskipun mulai beroperasi di kota Medan ,namun data yang terkonekting dilayar Kementerian Perhubungan per hari Rabu (08/06/2022) bahwa jumlah penumpang yang naik BTS hingga malam menunjukkan angka 55,18 persen dari jumlah tempat duduk yang tersedia . Dan tahun ini kami targetkan mencapai 70 persen”, ujar Pahala Sitorus.
Dijelaskan, semenjak beroperasi minat masyarakat terus meningkat. Hingga saat ini minat masyarakat naik dan turun BTS di Kota Medan sudah di angka 50 persen lebih . “Angka penumpang ini dapat dilihat langsung di layar monitor di kantor BTS di Jalan Menteng. Data ini dapat dilihat setiap saat, dan semuanya valid tidak bisa di buat-buat “, ujar Pahala sambil menunjukkan kepada wartawan data pada layar di kantor BTS yang juga ter konekting (tersambung) dilayar Kementerian Perhubungan.
Ditambahkan, target BTS semenjak pandemi Covid-19 sudah dapat tercapai. Ditargetkan ketersediaan tempat duduk di tahun 2022 menjadi 70 persen akan tercapai . Berbagai kiat/upaya yang dilakukan pihak menejemen BTS tahun ini guna untuk lebih mensosialisasikan BTS kepada masyarakat.
Upaya tersebut antara lain melakukan komunikasi sosial kepada masyarakat melalui media sosial (medsos) dengan-ucapan menulis di spanduk seperti Hari Raya, Natal dan Tahun Baru, ujar Pahala .
Dalam spanduk itu juga selalu dibuat imbauan agar tetap mengikuti protokol kesehatan ( Prokes ) dan memunculkan BTS Trans Metro Deli sehingga semakin dikenal oleh masyarajat. Bagaimana keberadaan Trans Metro Deli sehingga ke depan masyarakat sudah lebih memilih transportasi massal sebagai transportasi lebih nyaman yang digunakan beraktifitas sehari-hari.
Menurut Pahala ,pihak menejemen senantiasa meningkatkan pelayanan mulai dari keterjaminan durasi waktu 9 menit dari kendaraan yang berangkat ke halte ke halte. Tetap menjaga kebersihan, keramahan tamahan pengemudi, sehingga penumpang dapat nyaman naik BTS.
“Segalanya terpantau dilayar yang setiap saat dimonitor pihak menejemen dan Kementerian Perhubungan. Misalnya data jumlah penumpang semuanya terpantau secara baik dan tidak bisa ditukang tukangi. Begitu juga aksi copet tidak ada dalam bus BTS ,semuanya terpantau karena membuka dan menutup pintu bus secara otomatis adalah pengemudi. Demikian juga ,jika ada pengemudi yang mengantuk dapat terlihat di layar dan langsung dimonitor dan pihak menejemen bisa langsung menelpon pengemudi sehingga rasa ngantuk nya hilang,selain itu diberikan teguran. Pokoknya, para penumpang sungguh nyaman naik BTS”, ujar Pahala.
Pahala menambahkan, walau saat ini pandemi sudah dilalui, tetapi tetap dilakukan kampanye Prokes, yaitu tetap menggunakan stainezer yang tersedia di dalam bus dan tetap pakai masker. “Walau pemerintah pusat sudah mengizinkan masyarakat di tempat terbuka sudah bisa buka masker, namun di dalam bus BTS tetap wajib pakai masker . Kita tetap mengkampanyekan Prokes”, ujar Pahala .
E-Money
Jumongkas Hutagaol selaku Direksi BTS Medan menambahkan, bahwa pihak menejement BTS sudah melakukan komunikasi dengan pimpinan bank pemerintah seperti ke bank BRI dan Mandiri agar mereka juga mendukung penerbitan e-money yang bergambar Teman Bus.
Pimpinan bank BRI dan Mandiri menyambut baik, dimana e-money tersebut nanti nya tidak hanya persyaratan naik BTS tetapi juga bisa untuk e-toll, belanja dan lainnya.
Berbagai kemudahan yang disajikan BTS guna memberi kemudahan dan bentuk pelayanan kami kepada masyarakat kota Medan yang selama ini merindukan bentuk (moda) angkutan massal yang baik dan nyaman .Selain itu kehadiran BTS juga mengurangi kemacetan lalu lintas di jalan raya ,ujar Jumongkas selaku figur yang cukup lama berpengalaman mengelola dunia transportasi di kota Medan. (POL/BIN).







