Medan, POL | Pemko Medan dibawah kepemimpinan Wali Kota Medan Bobby Nasution terus mendorong kemudahan berusaha melalui pelayanan perizinan dan penanaman modal. Oleh karena itu melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bobby Nasution meminta agar meningkatkan akselerasinya dan memetakan kendala yang ada guna memberikan kemudahan investasi di Kota Medan.
Selain itu Bobby Nasution juga meminta agar DPMPTSP mengikuti dan mengimplementasikan regulasi Pemerintah Pusat terkait dengan penanaman modal dan perizinan seperti Sistem Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko dan kebijakan perubahan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) menjadi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.
Permintaan Bobby Nasution langsung ditindaklanjuti DPMPTSP. Kepala Dinas DPMPTSP Ferry Ichsan mengungkapkan perizinan merupakan hal yang penting untuk kita bisa menggerakkan sektor perekonomian. Artinya tanpa ada legalisasi tentunya dunia usaha ataupun masyarakat ingin berinvestasi dan membangun akan menjadi kendala.
Menurut Ferry Ichsan salah satu kendala di Perizinan yang mungkin dirasakan sebagian masyarakat masih belum begitu cepat dan begitu mudah. Oleh karenanya Pak Wali Kota meminta kami untuk lebih meningkatkan akselerasi dan memetakan kendala guna kemudahan investasi di ibu kota Provinsi Sumut.
“Salah satu strategi kita kedepannya, saat ini sedang dikembangkan sistem informasi yang lebih baik dan terpadu. Melalui sistem ini nantinya semua data perizinan ini bisa digunakan untuk menterpadukan beberapa izin yang ada. Artinya dengan data yang sudah ada di izin yang telah ada, kita bisa pergunakan data tersebut untuk izin yang lain, sehingga dengan seperti itu mungkin berkas – berkas persyaratan administrasi itu tidak bolak-balik diminta. Sebab datanya sudah ada, sehingga tidak perlu lagi diminta berkas yang sama, apalagi data tersebut sudah tervalidasi,” Kata Kadis PMPTSP.
Selanjutnya, Bobby Nasution mengajak untuk menjadikan peristiwa yang terjadi saat ini menjadi pembelajaran, termasuk bencana yang terjadi sekaligus mengambil dari sisi positifnya. Seperti kasus Covid-19 yang telah berlangsung selama dua tahun ini, jelasnya, banyak yang bisa dijadikan pembelajaran.
“Mungkin jika tidak ada Covid-19, saya rasa tidak ada televisi ataupun layar di ruangan ini yang bisa menyambungkan kita dengan anggota BEM Nusantara yang tidak bisa hadir langsung tapi mereka bisa mengikuti dan mendengarkan materi yang disampaikan di ruangan ini melalui virtual. Tentunya ini menjadi hal baru yang bisa kita jadikan sebagai kebiasaan baru,” jelasnya.
Namun yang paling penting lagi, kata Bobby Nasution, bagaimana masyarakat Indonesia tidak hanya sebagai pengguna aplikasi saja tetapi dapat menjadikannya sebagai potensi ekonomi sehingga terwujudnya ekonomi lebih maju lagi kedepannya. (POL/Cos)







