Padangsidempuan, POL | Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sibolga, gelar sosialisasi gerakan Cinta, Bangga dan Paham Rupiah (CBP)kepada para guru SMA/SMK di Kota Padang Sidempuan dan Kabupaten Tapanuli Selatan,Sosialisasi berbentuk training of trainers (ToT) bertajuk “Trainer CBP Rupiah untuk Masa Depan” digelar di Emerald Hall Hotel Mega Permata Padang Sidempuan, Senin (13/3/2023).
Kepala Perwakilan Bank BI Sibolga, Yuliansah Andrias menjelaskan,kegiatan ToT CBP Rupiah tersebut dilakukan untuk memberikan edukasi dan pemahaman bagi masyarakat akan pentingnya fungsi dan peranan uang dalam perekonomian.
“Kita berharap melalui sosialisasi tersebut masyarakat memahami ciri-ciri keaslian uang rupiah,” kata Andrias.
Yuliansah Andrias juga mengungkapkan, sosialisasi tersebut menyasar para guru sekolah sebagai peserta ToT, supaya bisa meneruskan informasi tersebut kepada siswa-siswa yang dalam kesehariannya banyak berinteraksi dengan uang rupiah.
“Kami mengharapkan peranan dari bapak dan ibu guru tadi untuk meneruskan informasi cinta, bangga dan paham rupiah tersebut kepada adik-adik kita di sekolah,” ungkap Yuliansah.
Menurut Yuliansah, Bank Indonensia meningkatkan kualitas uang rupiah agar tidak mudah dipalsukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
” Jadi caranya itu dengan menambahkan unsur-unsur pengaman yang lebih canggih dan terkini, yang banyak dipakai oleh bank sentral negara lain. Teknologi terkini di industri percetakan uang itu kita aplikasikan kedalam uang rupiah kita yang baru,” jelasnya.
Selanjutnya Wali Kota Padang Sidempuan Irsan Efendi Nasution,SH, MM pada sambutannya menyampaikan, kegiatan ini salah satu bagian dari nasionalisme,Cinta dan bangga terhadap rupiah harus digelorakan melalui bapak ibu di sekolah sekolah. Dengan cinta dan bangga dengan rupiah kita bisa menjaga rupiah sebagai salah satu mata uang yang dapat bersaing kompetitif di mata dunia.
“Dengan adanya isu – isu internasional tidak mempengaruhi nilai tukar rupiah, justru semakin menguatnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing dan meminta agar sosialisasi ini tidak hanya dilakukan pada tingkat SMA/SMK tetapi pada tingkat dapat dilaksanakan di tingkat SMP/MTS hingga SD/MI,” harap Irsan. (Pol / NP.02)







