DAHULU kala, Samidi (40) dikenal dengan sosok suami yang lugu bin lucu. Tapi, seiring dengan kemajuan teknologi dan begitu kenal HP canggih dan hobi memelototi film biru, dia ingin mempraktekkan pada istri. Tentu saja Ny Tanti (35), terkaget-kaget.
Bagaimana tidak! Masak untuk urusan ranjang harus pakai dicambuk dan diikat segala. Ketimbang bonyok di setiap malam, Tanti menggugat cerai ke Pengadilan Agama.
HP canggih atau smartphone benar-benar merevolusi kehidupan manusia. Orang jadi malas baca koran, karena media online juga sedang ‘on fire’.
Sementara suratkabar banyak yang gulung tikar, banyak suami istri yang bergulung-gulung di ranjang dengan cara aneh karena pengaruh video bokep di HP-nya. Padahal tak semua istri siap dengan ‘teknik baru’ suaminya. Ada niatan si istri untuk menuruti kemauan sang suami ke zona ‘new abnormal’. Tetapi lama kelamaan tersiksa juga.
Samidi warga Surabaya ini, adalah salah satu manusia modern di zamannya. Sejak punya HP canggih, tangannya seperti lengket tak terpisahkan dengan itu HP.
Ke mana saja dibawa serta, sambil jalan tangannya kanannya selalu bermain, tarik ke atas, tarik ke bawah, kadang dijembeng-jembeng (dilebarkan) seperti bikin martabak telur.
Ternyata dia sedang menikmati film biru made in asing dan aseng. Sepertinya asyik banget, tak peduli pulsa paketannya jadi boros.
Celakanya, kursus seks online itu kemudian mau diaplikasikan di rumah. Ketika Samidi memberikan nafkah batin pada istrinya, Tanti harus nurut dengan gaya-gaya yang dimaui.
Misalnya, tangan atau kakinya harus diikat, kadang tubuh Tanti disabeti seperti kuda, supaya baik jalannya tik tuk tik tak tik tuk…. Padahal Tanti sama sekali tak diajak ayah ke kota naik delman istimewa.
Sekali dua kali dialayani Tanti, agar suami tak kecewa. Tapi ketika hari-hari berikutnya selalu minta gaya yang aneh-aneh. Tanti tidak sanggup!
Jika dituruti terus, bisa rusak ini badan. “Udahlah Mas, jangan macem-macem. Mbok sudah niru gaya yang konvensional en tradisional saja. Ngangkang, buka, celup! Kan beres to mas,” protes Tanti.
Tanti kemudian mencoba lihat-lihat di internet, ternyata suami penderita masochisme. Sekali waktu Samidi dibawa ke dokter jiwa. Di sana dinasihati macem-macem, kelihatannya selalu mengiyakan. Tapi nyatanya hanya sebatas niat. Malamnya, tiba di rumah masih minta model yang aneh-aneh.
Lama-lama Tanti tak tahan sehingga menggugat cerai ke Pengadilan Agama Surabaya. Sebetulnya Samidi tak mau bercerai, kasihan anak semata wayangnya.
Tapi Tanti sudah bertekad bulat, maju terus dan pantang mundur harus lepas dari cengkeraman penderita masochisme. “Punya suami model Samidi, bisa bonjrot awakku (rusak badan)….” Kata Tanti pada petugas di PA Surabaya.
Hanya agar bisa lebih syurrr kenapa badan harus babak belur? (Psk)







