• Redaksi
  • Hubungi Kami
Rabu, 11 Februari 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Internasional

Uji Coba Vaksin Corona Masuki Tahap Akhir, Siapa yang Pertama Mendapatkannya?

Editor: Editor
Kamis, 25 Juni 2020
Kanal: Internasional

Editor:Editor

Kamis, 25 Juni 2020
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Jakarta, POL | Para ilmuwan di dunia tengah berlomba mengembangkan vaksin Corona Beberapa kandidat vaksin Corona juga tengah memasuki uji coba tahap akhir. Namun siapa yang pertama kali bisa mendapatkan vaksin Corona jika sudah selesai?

Dikutip dari South China Morning Post, beberapa kandidat vaksin virus Corona telah mencapai tahap akhir uji coba manusia dan yang lainnya juga melaporkan perkembangan yang baik. Namun orang yang pertama kali akan mendapatkan vaksin Corona ketika siap didistribusikan untuk umum masih harus ditinjau kembali.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan para pemimpin politik seperti Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Angela Merkel, dan Presiden China Xi Jinping menyerukan vaksin virus Corona COVID-19 agar bisa diakses di seluruh dunia.

Meski begitu, pada kenyataannya banyak negara yang melakukan kesepakat alah satu vaksin yang dikembangkan oleh para peneliti di Universitas Oxford dan dilisensikan ke AstraZeneca juga diharapkan akan tersedia untuk warga Inggris pada bulan September. Pemerintah Inggris mencapai kesepakatan dengan pengembang vaksin bulan lalu untuk memiliki 30 juta dosis yang tersedia ketika sudah selesai, dengan 70 juta dosis tambahan kemudian.

Pemerintah Amerika Serikat juga membantu pendanaan pengembangan vaksin Corona dan sebagai imbalannya akan menerima 300 juta dosis vaksin.

Awal bulan ini, Perancis, Jerman, Italia, dan Belanda membentuk Aliansi Vaksin Inklusif untuk mempercepat proses pengembangan vaksin Corona dan mereka ingin perusahaan farmasi setuju bahwa produk apapun yang dikembangkan dapat diakses dengan mudah dan tersedia serta terjangkau di Uni Eropa. Kanada, Brasil, dan Uni Emirat Arab, yang setuju untuk menjadi tuan rumah uji coba fase 3 vaksin tiga perusahaan China, juga disebut bisa mendapatkan vaksin Corona lebih awal berdasarkan kesepakatan mereka dengan para pengembang vaksin Corona.

“Vaksin Corona Covid-19  melibatkan pengembangan, pembuatan, pengadaan, dan administrasi. Saya pikir hal pertama yang harus dihindari dalam proses ini adalah apa yang disebut nasionalisme vaksin,” kata Zhang Li, direktur untuk inovasi strategis dan investor baru di Gavi, Aliansi Vaksin, kemitraan kesehatan global publik-swasta yang dibentuk oleh Bill & Melinda Gates Foundation.

“Jika setiap negara terburu-buru untuk menandatangani perjanjian bilateral dengan semua produsen saat ini, itu pasti akan mengarah pada situasi di mana negara-negara berpenghasilan rendah atau negara-negara tanpa sumber daya tidak akan dapat mengakses vaksin, terutama di awal tersedianya vaksin,” jelas Zhang.

“Yang paling penting adalah bagaimana mengintegrasikan kebutuhan keseluruhan semua negara, dan mengintegrasikan kapasitas produksi produsen untuk melakukan perencanaan dan distribusi makro, yang mungkin lebih baik daripada bilateral, kerja sama searah,” tambah Zhang.

Li Yinuo, direktur perusahaan Bill & Melinda Gates Foundation, mengatakan bahwa teknologi akan menjadi kunci dalam menyelesaikan konflik kepentingan dalam memenuhi permintaan domestik dan membuat vaksin dapat diakses dan terjangkau bagi seluruh dunia.

“Tidak semua orang harus diimunisasi ‘dalam sehari’ dan program-program dapat dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan, dimulai dengan mereka yang paling berisiko, seperti orang tua dan pekerja perawatan kesehatan,” jelas Li.

“Ini adalah tantangan dan bergantung pada kemajuan teknologi untuk menyelesaikannya. Kami telah melihat beberapa teknologi yang dapat mencapai kapasitas produksi tinggi dalam waktu yang relatif terkendali,” pungkas Li. (POL/DHC)

 

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Tags: Para ilmuwantahap akhirUji CobaVaksin Corona
Berita sebelumnya

Komisi III DPRD Samosir Minta Pemkab Segera Salurkan Bantuan JPS Provsu

Berita selanjutnya

Faktor Penyebab Matinya Hewan Ternak di Siborongborong Ulah Binatang Buas, Bukan Mistis

TERBARU

Pemko Medan Gelar Medan Career Expo 2026, 124 Perusahaan Tawarkan 5.515 Lowongan Kerja

Rabu, 11 Februari 2026

FGD Board of Peace, Anggota DPD RI KH. M Nuh MSP : Kompromis tapi Tidak Boleh Larut

Selasa, 10 Februari 2026

Dukung Pawai Obor Sambut Ramadhan, Zakiyuddin Harahap Menilai Kegiatan Positif Dorong Semangat Kebersamaan Anak Muda

Selasa, 10 Februari 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd