• Redaksi
  • Hubungi Kami
Sabtu, 7 Maret 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Internasional

Begini Kisah Perawat Pembunuh 100 Pasien di Jerman

Editor: Suganda
Sabtu, 3 November 2018
Kanal: Internasional

Editor:Suganda

Sabtu, 3 November 2018
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Jakarta, perjuanganonline | Seorang perawat laki-laki bernama Niels Hogel di Jerman sudah mendekam di penjara untuk menjalani hukuman seumur hidup atas pembunuhan terhadap dua pasien. Pada Selasa, 30 Oktober 2018, Hogel kembali diadili dengan tuduhan telah membunuh 100 pasien lainnya.

Ketika ditanya oleh hakim ketua, apakah tuduhan terhadap dirinya akurat, Hogel menjawab, “Ya”, demikian seperti dilansir DW, Jumat (2/11).

Pengadilan besar-besaran dibuka di kota Oldenburg, Jerman, dengan mengheningkan cipta selama satu menit untuk mengenang para korban.

Persidangan harus diadakan di aula gedung lain dan tidak di gedung pengadilan daerah Oldenburg agar bisa mengakomodasi 126 penggugat dalam kasus ini dan besarnya minat publik.

Hakim Ketua Sebastian Buhrmann mengatakan bahwa tujuan dari persidangan adalah untuk mengungkapkan ruang lingkup penuh pembunuhan yang dibiarkan tidak terkendali selama bertahun-tahun.

“Kami akan melakukan yang terbaik untuk mempelajari kebenaran,” katanya. “Ini seperti sebuah rumah dengan kamar gelap, kami ingin membawa cahaya ke kegelapan.”

Perawat berusia 41 tahun itu sudah menjalani hukuman seumur hidup setelah dinyatakan bersalah pada tahun 2015, karena membunuh dua pasien.

Tim penyidik kemudian menemukan bahwa jumlah total korbannya kemungkinan jauh lebih tinggi, membuatnya menjadi salah satu pembunuh berantai dengan korban terbanyak dalam sejarah pasca perang Jerman.

Menurut surat dakwaan, Hogel dituduh melakukan pembunuhan antara Februari 2000 dan Juni 2005 di dua rumah sakit di kota-kota Jerman utara, Oldenburg dan Delmenhorst. Usia termuda korbannya adalah 34 tahun dan yang tertua adalah 96.

Jaksa berpendapat bahwa Hogel secara acak memilih pasien dan menyuntik mereka dengan campuran obat-obatan yang menyebabkan mereka menderita serangan jantung atau menderita komplikasi lain sehingga dia bisa melakukan resusitasi atau menghidupkan mereka kembali.

Sementara itu, kantor kejaksaan mengasumsikan bahwa dia menciptakan situasi yang mengancam jiwa untuk menunjukkan keterampilan resusitasi kepada kolega dan atasan, demikian menurut dakwaan. Jaksa juga mengatakan, dia mungkin melakukannya karena merasa bosan.

Hogel tertangkap basah oleh perawat di Delmenhorst pada musim panas 2005. Sebelumnya dia sudah dipecat di rumah sakit Oldenburg karena dicurigai meracuni pasien.

Tetapi saat itu dia tidak dilaporkan ke polisi, bahkan diberi surat rekomendasi yang baik. Dengan rekomendasi itu, dia bisa kembali bekerja sebagai juru rawat di rumah sakit Delmenhorst.

Butuh waktu bertahun-tahun hingga pembunuhan itu benar-benar terungkap.

Pihak penyidik meneliti 200 kasus yang mencurigakan dan menggali 130 jasad untuk diautopsi, termasuk dua jenazah di Turki. Namun, banyak pasien yang telah dikremasi dan tubuh mereka tidak bisa memberikan bukti.

Polisi Jerman telah mengatakan bahwa tindakan Hogel kemungkinan bisa terungkap lebih dini, jika pejabat kesehatan setempat tidak ragu untuk memberitahu pihak berwenang.

Kasus kriminal saat ini juga sedang digelar terhadap mantan staf di dua rumah sakit tempat Hogel bekerja. Persidangan diperkirakan akan berlangsung hingga Mei tahun depan, dengan puluhan orang yang diharapkan akan bersaksi.(P03/LP)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Tags: Niels HogelPerawat
Berita sebelumnya

Polres Simalungun Ungkap 622 Butir Ekstasi, 25 Gram Sabu, dan 14 Tersangka

Berita selanjutnya

YLKI: Kemenhub Lembek kepada Lion Air

TERBARU

Bupati Labuhanbatu Mengawali Safari Ramadhan 1447 Hijriah Bersama Wakapolda Sumut di Masjid Raya Al Ikhlas

Jumat, 6 Maret 2026
Tampak Sekretaris Dinas Koperindagkop UKM Aprillia Nessy Tampubolon saat melayani warga Desa Nassau di lokasi digelarnya GPM, Kamis (05/03/2026). (ist)

Warga Nassau Toba Bersyukur Adanya GPM, “Terima Kasih Pak Bupati Kami Kebagian”

Jumat, 6 Maret 2026

Wisuda Periode II 2026 UNPRI Jadi Panggung Global

Jumat, 6 Maret 2026
perjuanganonline.com

  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd