• Redaksi
  • Hubungi Kami
Senin, 15 Juni 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Daerah

Polres Taput Kejar Pembunuh Gunakan Anjing Pelacak

Editor: Suganda
Rabu, 23 Januari 2019
Kanal: Daerah, Hukum&Kriminal

Editor:Suganda

Rabu, 23 Januari 2019
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Taput, POL | Hingga hari keenam, polisi masih memburu Barita Tambunan ,25, tersangka pembunuhan dan penyerangan terhadap satu keluarga tetangganya di Desa Sigotom Julu, Pangaribuan, Tapanuli Utara (Taput). Teranyar, untuk mengejar pelaku, polisi mengerahkan anjing pelacak. Upaya ini dilakukan lantaran pelaku diduga kabur ke hutan.

“Sampai saat ini petugas kita masih melakukan pengejaran terhadap pelaku dan kita juga dibantu dengan anjing pelacak (K9) dari Polda Sumut sebanyak dua ekor,” kata Kapolres Taput AKBP Horas Marasi Silaen, Rabu (23/1/2019).

Horas mengaku, kesulitannya lantaran hutan di wilayah itu cukup luas. Sehingga Anjing pelacak diharapkan dapat membantu petugas untuk menemukan Barita.

“Kita berharap pelaku segera ditemukan sehingga kita mengetahui motif dan fakta lainnya,” ungkap Horas.

Seperti diberitakan, Barita diduga masuk ke rumah satu keluarga di desanya, Jumat (18/1) dinihari. Dia menyerang 4 orang yang ada di sana, seorang di antaranya meninggal dunia.

Dia menikam dada Dermina Simanjuntak alias Op Sudiono ,75, yang sedang tidur bersama 2 cucunya Nova Tambunan ,9, dan Yohana Tambunan ,5, di ruang tengah rumah. Dia juga menusuk leher Nova dan lengan kiri Yohana.

Aksinya diketahui Fransisca Tambunan ,14, cucu yang tidur di kamar. Remaja itu menghampiri neneknya. Namun BT menariknya ke kamar. Remaja itu melakukan perlawanan. Jarinya tersayat pisau. Dia akhirnya berhasil lari ke luar rumah dan meminta pertolongan. Sementara Barita diketahui kabur lewat jendela menuju hutan. Akibat tikaman itu, Dermina meninggal dunia. Sementara tiga cucunya terluka.(BS/P03)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Tags: Anjing PelacakPolres Taput
Berita sebelumnya

Selamat! Menteri Susi Masuk Daftar 10 Pemikir Terbaik Dunia

Berita selanjutnya

Hina Nabi Muhammad, Aipda Perangin-angin Dihukum 2 Tahun 6 Bulan Penjara

TERBARU

Momentum Perayaan Waisak 2570 BE, Rico Waas Ajak Warga Medan Rawat Harmoni dan Tebar Kedamaian

Senin, 15 Juni 2026

Wabup Labuhanbatu Resmikan Majelis Dzikir Daarul Istiqomah Thariqat Naqsyabandiyah Al-Kholidiyah Jalaliyah

Senin, 15 Juni 2026

Hadiri Milad ke-109, Wali Kota Medan Puji Kemandirian dan Kekuatan Gerakan Perempuan Aisyiyah Kota Medan

Minggu, 14 Juni 2026
perjuanganonline.com

  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd