• Redaksi
  • Hubungi Kami
Selasa, 10 Februari 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Daerah

Polres Taput Kejar Pembunuh Gunakan Anjing Pelacak

Editor: Suganda
Rabu, 23 Januari 2019
Kanal: Daerah, Hukum&Kriminal

Editor:Suganda

Rabu, 23 Januari 2019
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Taput, POL | Hingga hari keenam, polisi masih memburu Barita Tambunan ,25, tersangka pembunuhan dan penyerangan terhadap satu keluarga tetangganya di Desa Sigotom Julu, Pangaribuan, Tapanuli Utara (Taput). Teranyar, untuk mengejar pelaku, polisi mengerahkan anjing pelacak. Upaya ini dilakukan lantaran pelaku diduga kabur ke hutan.

“Sampai saat ini petugas kita masih melakukan pengejaran terhadap pelaku dan kita juga dibantu dengan anjing pelacak (K9) dari Polda Sumut sebanyak dua ekor,” kata Kapolres Taput AKBP Horas Marasi Silaen, Rabu (23/1/2019).

Horas mengaku, kesulitannya lantaran hutan di wilayah itu cukup luas. Sehingga Anjing pelacak diharapkan dapat membantu petugas untuk menemukan Barita.

“Kita berharap pelaku segera ditemukan sehingga kita mengetahui motif dan fakta lainnya,” ungkap Horas.

Seperti diberitakan, Barita diduga masuk ke rumah satu keluarga di desanya, Jumat (18/1) dinihari. Dia menyerang 4 orang yang ada di sana, seorang di antaranya meninggal dunia.

Dia menikam dada Dermina Simanjuntak alias Op Sudiono ,75, yang sedang tidur bersama 2 cucunya Nova Tambunan ,9, dan Yohana Tambunan ,5, di ruang tengah rumah. Dia juga menusuk leher Nova dan lengan kiri Yohana.

Aksinya diketahui Fransisca Tambunan ,14, cucu yang tidur di kamar. Remaja itu menghampiri neneknya. Namun BT menariknya ke kamar. Remaja itu melakukan perlawanan. Jarinya tersayat pisau. Dia akhirnya berhasil lari ke luar rumah dan meminta pertolongan. Sementara Barita diketahui kabur lewat jendela menuju hutan. Akibat tikaman itu, Dermina meninggal dunia. Sementara tiga cucunya terluka.(BS/P03)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Tags: Anjing PelacakPolres Taput
Berita sebelumnya

Selamat! Menteri Susi Masuk Daftar 10 Pemikir Terbaik Dunia

Berita selanjutnya

Hina Nabi Muhammad, Aipda Perangin-angin Dihukum 2 Tahun 6 Bulan Penjara

TERBARU

FGD Board of Peace, Anggota DPD RI KH. M Nuh MSP : Kompromis tapi Tidak Boleh Larut

Selasa, 10 Februari 2026

Dukung Pawai Obor Sambut Ramadhan, Zakiyuddin Harahap Menilai Kegiatan Positif Dorong Semangat Kebersamaan Anak Muda

Selasa, 10 Februari 2026

Buka Pasar Murah Imlek, Rico Waas: Medan Adalah Simbol Keberagaman Indonesia

Selasa, 10 Februari 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd