• Redaksi
  • Hubungi Kami
Minggu, 8 Februari 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Hukum&Kriminal

Kasus PPPK, Kadisdik dan Kepala BKD Langkat Diperiksa Polisi

Editor: Suganda
Kamis, 14 Maret 2024
Kanal: Hukum&Kriminal

Editor:Suganda

Kamis, 14 Maret 2024
Para guru honorer Langkat saat aksi di Polda Sumut. 

Para guru honorer Langkat saat aksi di Polda Sumut. 

Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Medan, POL | Polda Sumut memeriksa Kepala Dinas Pendidikan Langkat Saiful Abdi dan Kepala BKD Langkat Eka Syahputra Depari. Keduanya diperiksa atas kasus dugaan kecurangan PPPK di daerah itu.

Kanit 3 Subdit 3 Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut AKP Rismanto J Purba mengatakan Kadisdik diperiksa hari ini. Sementara Kepala BKD diperiksa kemarin.

“Kadis pendidikan hari ini, BKD kemarin,” kata Rismanto usai menemui honorer Langkat yang menggelar aksi di Polda Sumut, Rabu (13/3/2024).

Mantan Kasat Reskrim Polres Dairi itu menyebut pihaknya memang belum menetapkan tersangka dalam kasus itu. Namun, sejauh ini sudah ada sekitar 30 saksi yang diperiksa.

“Sejauh ini belum, kan berproses dia. (Saksi) mungkin kalau kita hitung hampir 30 saksi,” jelasnya.

Pantauan wartawan, ada puluhan guru honorer Langkat yang menggelar aksi di depan Polda Sumut. Mereka menuntut Polda untuk segera menetapkan tersangka dalam kasus PPPK tersebut.

“Kami hari ini dengan beberapa guru honorer dari Kabupaten Langkat menuntut penetapan tersangka di mana kita melihat Kapolda mempetieskan kasus PPPK,” kata Yusril Mahendra, perwakilan LBH Medan selaku penasihat hukum para guru.

Yusril mengaku pihaknya saat kecewa karena Kadis Pendidikan dan BKD Langkat baru diperiksa atas kasus tersebut.

“Hari ini, sudah diperiksa sebagai saksi dan itu kami juga kecewa karena terlalu lama, kenapa Kadis Pendidikan, Kepala BKD juga terlalu lama. Padahal sudah jelas kami memberikan bukti kepada penyidik,” ujarnya.

Dia mengaku ada sejumlah guru yang diintimidasi dalam kasus itu. Intimidasi itu, kata Yusril, dilakukan agar para guru tersebut tidak mengungkapkan soal kecurangan itu.

“Hari ini, guru-guru banyak diintimidasi. Pertama saat pemeriksaan saksi di Langkat. Mereka dikumpulkan sama kepala bidang dan kepala sekolah, mengintimidasi jangan pernah mengakui, akan tetapi klien Kami semuanya mengakui. Bentuk intimidasi itu ada yang pemecatan sekolah dan hal ini yang kami sesali. (Intimidasi) Kabid SD,” pungkasnya. (DT)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Berita sebelumnya

Selisih 1 Suara, Caleg dr Rumiris Siagian Gagal Lolos ke DPRD Medan

Berita selanjutnya

Dedi Iskandar, Penrad Siagian, M Nuh, dan Badikenita Calon DPD Terpilih dari Sumut

TERBARU

Ketua DPRD Medan Ucapkan Selamat HPN 2026, Pers Sehat Fondasi Bangsa Kuat

Sabtu, 7 Februari 2026

Anggota DPD RI Muhammad Nuh Bersilaturahmi ke Pesantren Al Manar Jambi

Sabtu, 7 Februari 2026

Mendagri Apresiasi Sinergi Pemda Sumut, Pemulihan Pascabencana Kian Efektif

Jumat, 6 Februari 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd