Medan POL | Upaya untuk membangun ekonomi bagi narapidana melalui Program Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kepala Rutan Klas I Labuhan Deli, Nimrot Sihotang Amd IP SH MH, kepada wartawan, Senin (19/10) mengatakan, berbagai jenis usaha yang telah dibangun seperti doorsmeer, bengkel, laundry, handycraft, hingga pertanian.
“Dasar kita membangun kegiatan ini adalah resolusi pemasyarakatan yang diputuskan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan pada tahun 2020. Adapun kegiatan itu terkait dengan sarana asimilasi dan edukasi yang aplikasinya.
Lebih lanjut Nimrot menjelaskan, upaya tersebut sudah dilakukan sejak 2019 lalu. Tujuannya untuk memproduktifkan narapidana supaya ikut serta mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional dan membangun peran WBP untuk meningkatkan pendapatan negara bukan pajak (PNBP).
“Untuk saat ini karena masa pandemi, kegiatan pertanian narapidana tidak ada yang bekerja. Namun untuk sebelum masa pandemi warga binaan yang bekerja di bidang pertanian ada 10 orang dan di perbengkelan ada 25 orang,” ungkapnya.
Selain itu, menurut Nimrot manfaat dari program tersebut ialah nilai ekonomis yang didapatkan (WBP) karena pendanaan kegiatan diambil dari koperasi pegawai sehingga modal dan keuntungan dikembalikan ke koperasi serta untuk negara.
“Secara materi dan secara ekonomi, kegiatan ini sangat mendukung dan meningkatkan kesejahteraan pegawai hingga kesejahteraan WBP. Karena kita membuka lapangan pekerjaan ini dan menyumbang pada pendapatan negara bukan pajak,” ujarnya.
Nimrot juga mengemukakan, bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat untuk mengurangi perilaku negatif warga binaan setelah keluar dari lembaga pemasyarakatan. Sebab menurunnya, sebaik apapun para narapidana dilatih, kalau nanti saat keluar tidak tersedia lapangan pekerjan. Maka warga tersebut berpotensi melakukan kejahatan kembali.
“Harapannya kepada pemerintah daerah khususnya, agar dapat menaruh perhatian dengan menyediakan penyuluh, pelatih, lahan, hingga membuat suatu wadah atau suatu aturan dalam bentuk pinjam pakai atau wakaf untuk dikelola bersama. Sehingga warga binaan dapat lebih produktif lagi,” sebutnya.
“Dimasa pandemi ini kita merugi, pembatasan warga binaan juga menjadi keluhan kita, harga komoditi pertanian menurun, keinginan orang untuk mencuci mobil yang terbatas. Tetapi kita tetap semangat dan optimis seperti jargon Kemenkumham ‘Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan, dan Inovatif,” pungkasnya. (cos)







