Medan, POL | Aksi besar-besaran menolak Omnibus Law Cipta Kerja di sejumlah daerah di Sumut berlangsung ricuh. Akibatnya sebanyak 253 orang pendemo diamankan pihak kepolisian, sementara itu sebanyak 34 polisi mengalami luka-luka ekses demo ricuh tersebut, Kamis ( 8/10).
Dirkrimum Polda Sumut, Kombes Irwan Anwar sebelumnya menyebutkan ratusan orang diamankan dari beberapa titik lokasi di Medan. “Hari ini dibeberapa titik kan terjadi unjuk rasa dan kemudian beberapa titik juga terjadi unjuk rasa anarkis.
Ia menjelaskan, para pengunjuk rasa yang diamankan sebagian besar masih berstatus pelajar, mahasiswa, dan alumni sekolah. “Rata-rata masih muda, ada bahkan masih SMA, menggunakan jas Univesitas, ada juga yang sudah tamat tapi menggunakan pakaian SMA,” ungkapnya.
Kombes Irwan Anwar menyebutkan bahwa terdapat 34 polisi yang luka-luka dalam penanganan pengamanan. Polisi yang luka tersebut dari beberapa titik seperti di Kota Medan dan Labuhanbatu, Sidempuan dan Pematangsiantar.
“Dari peristiwa ini juga kami sampaikan bahwa ada 34 polisi yang terluka 7 di Wilayah Polrestabes kemudian 20 di Labuhanbatu, 3 di Sidempuan dan 4 Siantar,” ungkapnya. Irwan menjelaskan aksi unjuk rasa banyak mengakibatkan banyaknya fasilitas polisi yang dirusak oleh massa salah.
“Sarana dan perasarana milik Polri juga ada beberapa yang rusak bahkan juga termasuk ada yang di balikkan dan dibakar di wilayah Medan Baru, yang dibakar itu mobilnya wakarumkit” katanya.
Irwan menuturkan, kepada para pengunjuk rasa yang diamankan akan dibawa semuanya ke Polda Sumatera Utara. “Semua diarahkan ke polda untuk dilakukan pemeriksaan,” tandas Irwan.
Sebelumnya sebanyak 54 pemuda massa aksi diamankan pihak kepolisian saat unjuk rasa penolakan Omnibus Law yang berujung ricuh di Kantor DPRD Sumut, Kamis (8/10/2020).
Sekitar pukul 17.30 WIB para pemuda yang didominasi para mahasiswa ini memasuki Mapolrestabes Medan. Puluhan pemuda tersebut digiring jalan jongkok menuju lapangan Mapolrestabes Medan dengan tidak menggunakan baju.
253 Ditangkap 21 Reaktif Corona 3 Positif Narkoba
Informasi demo ricuh di Sumut kemudian berkembang. Menurut Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin ada 253 orang yang diamankan terkait demo berujung ricuh di Medan. Mereka yang ditangkap mengikuti rapid test Corona dan 21 orang di antaranya reaktif.
“Dari 253 (orang) ini setelah kita periksa rapid test pertama, kita menemukan ada 21 orang yang reaktif,” kata Martuani di Medan, Jumat (9/10/2020). Martuani mengatakan ke-21 orang itu sudah diisolasi oleh Gugus Tugas COVID-19 Medan. Selain itu, dia menyebut ada 3 orang yang positif narkoba.
“Tiga orang di antara yang kita tangkap itu positif narkotika dan kota pasti naik sidik,” ucapnya.
Namun, Martuani tak menjelaskan detail para pihak yang ditangkap itu. Dia hanya menyebut 89 orang di antaranya merupakan pelajar tingkat SMA/SMK.
“Selainnya itu di antaranya ada 89 orang pelajar, STM atau SMA. Yang tidak tahu apa-apa, nanti untuk pelajar STM dan SMA ini kami akan panggil orang tuanya untuk kita serahkan ke orang tuanya tentu dengan membuat surat pernyataan. Kemudian 59 orang mahasiswa,” ucap Martuani.
Dia mengatakan para mahasiswa itu bakal diserahkan kepada pihak kampus masing-masing. Ada pula 16 orang yang masih di bawah umur. “Sisanya akan kita kembalikan sore ini sesuai dengan jam waktu 24 jam kami memiliki waktu,” tuturnya.
Martuani mengimbau semua pihak untuk tertib dalam menyampaikan aspirasi. Dia mengatakan penyampaian pendapat merupakan hak, namun tak boleh anarkis. “Menyampaikan kemerdekaan pendapat di muka umum silakan siapa saja boleh. Yang kami tidak izinkan adalah tindakan anarkis sebagaimana terjadi kemarin, ada rencana mereka untuk melakukan aksi penjarahan dan itu kita cegah.
Ada aksi-aksi perusakan terhadap milik publik itu yang boleh,” paparnya. Kericuhan memang sempat terjadi di sekitar DPRD Sumut sekitar pukul 12.30 WIB, Kamis (8/10). Massa yang awalnya berdemo menolak UU Ciptaker tiba-tiba melemparkan batu ke arah Gedung DPRD Sumut dan berupaya merobohkan pagar. Polisi kemudian menembakkan gas air mata ke arah massa. Kericuhan mereda sekitar pukul 18.00 WIB. Massa kemudian membubarkan diri.
Kelompok Anarko Gabung Geng Motor
Informasi kemudian berkembang sebagaimana disampaikan orang pertama di Polda Sumut. Menurut Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin ada massa yang disebutnya dari kelompok anarko bergabung dengan geng motor.
“Ada 32 kelompok anarko. Kelompok anarko ini gabung dengan geng motor, sedang kita dalami,” kata Irjen Martuani di Medan.Martuani mengatakan massa yang disebutnya dari kelompok anarko itu terorganisir. Mereka, menurut Martuani, menumpang pada pengunjuk rasa. “Kita mensinyalir mereka terorganisir menumpang kepada pengunjuk rasa,” ujarnya.
Dia mengatakan secara total ada 253 orang yang ditangkap terkait demo ricuh kemarin. Polisi juga menyita senjata tajam dari sejumlah orang. “Di antara 253 ini ada yang membawa sajam atau kelewang, itu kita proses,” jelasnya.
Selain itu, polisi juga menangkap dua orang yang diduga menjadi pelaku pembakaran mobil dinas polisi. Kedua orang tersebut dijerat sebagai tersangka. “Kemudian ada dua orang yang ditangkap pelaku pembakar, perusakan terhadap mobil dinas kepolisian dan kita langsung jadikan dia tersangka,” tutur Martuani.
Sebelumnya, satu unit mobil dinas kepolisian diduga dibakar massa di Jalan Sekip, Medan, Kamis (8/10). Warga di lokasi menyebut ada sekelompok massa yang membalikkan mobil lalu membakarnya.(cos/d/t)







