Jakarta, POL | Fenomena beras oplosan kembali mencuat dan meresahkan masyarakat. Kementerian Pertanian mengungkap bahwa 212 merek beras diduga terlibat praktik pengoplosan, bahkan sebagian telah ditarik dari peredaran.
Praktik kecurangan ini mencampur beras kualitas rendah atau rusak, bahkan bahan asing, ke dalam kemasan yang dijual sebagai beras premium. Konsumen pun dirugikan dari segi kualitas, harga, dan kesehatan.
“Potensi kerugian bisa mencapai Rp 99 triliun per tahun,” ungkap Menteri Pertanian RI dalam konferensi pers baru-baru ini.
Bahaya Kesehatan Beras Oplosan
Beras oplosan bukan sekadar penipuan, tapi juga ancaman serius bagi kesehatan:
- Risiko kerusakan ginjal dan hati akibat zat kimia tambahan
- Gangguan pencernaan (mual, diare)
- Potensi kanker akibat pemutih/pengawet ilegal
- Hangguan hormonal dan kehamilan
Enam Ciri-Ciri Beras Oplosan yang Harus Diwaspadai:
- Warna tidak seragam – terlalu putih atau kusam
- Ukuran butiran bervariasi – besar kecil campur
- Aroma aneh – bau kimia atau tengik
- Tekstur nasi lembek atau tidak pulen saat dimasak
- Adanya serpihan asing saat dicuci – pasir, plastik
- Berat tidak sesuai label – 5 kg ternyata 4,5 kg
Tips Memilih Beras Aman
- Pilih merek dengan label SNI, BPOM, dan tanggal produksi jelas
- Beli dari toko terpercaya
- Cuci dan periksa beras sebelum memasak
- Hindari harga yang terlalu murah tapi diklaim premium
Langkah Tegas Pemerintah
Kementerian Pertanian, Satgas Pangan, dan Polri kini bergerak cepat untuk mengusut produsen nakal. Ritel modern juga mulai menarik produk-produk bermasalah dari pasaran. (MS)







