Asahan, POL | Perawatan tanaman sawit di sebahagian areal kebun PTPN 3 Bandar Selamat, Asahan dilakukan dengan serampangan. Demikian fakta ditemukan sejumlah jurnalis dari berbagai media yang melakukan investigasi di areal perkebunan PTPN 3 Bandar Selamat, Asahan, baru-baru ini.
Salah satu indikasi, tandanan buah sawit seakan dibiarkan membusuk di pohon, brondolan (buah sawit yang sudah rontok dari tandannya) berserakan di sekitar pohonnya hingga pelepah pohon sawit yang sempat jadi “gondrong” dan berjuntaian karena tak dipotong pelepah daunnya sesuai waktu rotasi pemangkasan.
Kesannya sistem pemeliharaan tanaman di PTPN III ini layak dipertanyakan. Semestinya perkebunan milik BUMN ini pola pemeliharaan dan perawatan tanaman sawit harus lebih baik dibanding yang diterapkan oleh petani yang ada di sekitar.
Pemandangan ini ditemukan di lokasi KCD 611 Blok T 04 TM 2003,dan Blok P 03 No.40 TM 2007,Afdeling VI saat Tim Jurnalis melakukan nvestigasi selama dua hari berturut-turut pada Senin – Selasa (02/09-03/09/2019).
Tim berupaya menemui Asisten Afdeling VI,Gunawan,di kantornya di Pondok Kayangan, Rabu (04/09) untuk meminta klarifikasi seputar hasil temuan, namun sayangnya,Gunawan langsung beranjak ke luar kantor begitu Tim memasuki kantor. Dengan alasan akan mengikuti rapat di kantor Manager Kebun.
“Maaf, saya ada rapat, jika ada yang ingin ditanyakan,(anda) temui saja kerani saya,” ,ujar Gunawan sambil menunjuk salah seorang pegawai wanita di kantor itu lalu buru-buru melangkah keluar kantor.
Saling “Lempar Bola”
Secara terpisah,Tim Jurnalis melalui aplikasi WA berusaha meminta penjelasan kepada APK PTPN 3 Kebun Bandar Selamat, Anwar. Pejabat APK yang juga berfungsi sebagai Humas Kebun ini bukannya menjawab pertanyaan Tim, malahan kembali mengarahkan agar Tim bertanya kepada Asisten afdeling VI Gunawan, sebagai penanggungjawab pekerjaan di areal yang jadi obyek investigasi.
Saat disebutkan Gunawan bersikap seakan menghindar wartawan, Anwar lalu mengarahkan agar Tim meminta penjelasan kepada Askep (Asisten Kepala) Asril Nasution, karena segala pekerjaan menyangkut perawatan hingga pemanenan sawit berada di bawah perintah dan arahan Askep. Selanjutnya Anwar pun memberi nomor ponsel Askep Asril Nasution.
Setali tiga uang, kali ini justru Askep Asril yang pasang jurus “buang bola”. Menjawab pertanyaan perjuanganonline.com, Asril kembali “lempar bola ” dengan mengatakan agar menemui Gunawan. “Sebab, dia (Gunawan) yang tahu bagaimana kondisi areal dan segala pengerjaan di Afdeling VI,” ujar Asril melalui ponselnya, Kamis (5/9/2019) (POL/RES)
