• Redaksi
  • Hubungi Kami
Rabu, 11 Februari 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Gerakkan Ekonomi Triwulan III, Sumut Butuh Dana Rp2,9 Triliun

Editor: editor
Jumat, 26 Juni 2020
Kanal: Ekonomi

Editor:editor

Jumat, 26 Juni 2020
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Medan, POL | Bank Indonesia menilai Sumatera Utara perlu dana tambahan sekitar Rp2,9 triliun pada triwulan III untuk bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi daerah itu sebesar tiga persen pada 2020 secara year on year (YoY).

“Dana tambahan untuk di triwulan III itu lebih besar dari untuk di triwulan II sebesar Rp2, 1 triliun karena dampak pandemi COVID-19 lebih dirasakan pada triwulan III, ” ujar Kepala BI Kantor Perwakilan Sumut, Wiwiek Sisto Widayat di Medan, Kamis.

Menurut Wiwiek, dari ketersediaan anggaran yang dapat dialokasikan Pemerintah Provinsi Sumut, daerah itu masih membutuhkan Rp2,3 – Rp3,5 triliun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Jadi dana Pemprov Sumut yang tersedia harusnya tidak terbatas digunakan untuk bantuan sosial, namun juga digunakan untuk menopang roda perekonomian,” katanya.

Dana itu digunakan untuk mendorong sektor – sektor padat karya seperti industri tekstil, industri barang dari kayu, penyediaan makan minum perdagangan, jasa, transportasi, dan industri pengolahan.

Apalagi sektor – sektor itu yang paling terdampak COVID-19 sehingga banyak tenaga kerjanya yang diberhentikan, dirumahkan atau dikurangi jam kerjanya.

Wiwiek menyebutkan, dalam skenario mild, meluasnya dampak COVID-19 diprakirakan mendorong perlambatan perekonomian Sumut menjadi berada di kisaran 4,3 – 4,7 persen (YoY) atau melambat 0,8 persen dari baseline dalam skenario sedang.

Dengan perkembangan terkini, dimana pertumbuhan dunia diperkirakan tumbuh 0,9 persen, perekonomian Sumut dalam skenario berat, berpotensi melambat lebih dalam pada kisaran 2,2 – 2,6 persen.

Bahkan dalam kondisi sangat berat, ekonomi Sumut dapat turun hingga 1,2 – 1,6 persen.

“Jadi memang perlu langkah konkrit agar pertumbuhan ekonomi tidak terpuruk khususnya dalam kondisi sangat berat yang bisa hanya 1,2 -1, 6 persen, ” katanya.(An)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Tags: Bank IndonesiaCOVID-19Gerakkan Ekonomi SumutWabah CoronaWiwiek Sisto Widayat
Berita sebelumnya

Ngamar di Rumah Warga, Pangulu Kampung Lalang Divonis 9 Bulan Penjara

Berita selanjutnya

Dibawa Pulang Keluarga, Jenazah Korban Covid-19 di Medan Dimakamkan di Pemakaman Umum

TERBARU

FGD Board of Peace, Anggota DPD RI KH. M Nuh MSP : Kompromis tapi Tidak Boleh Larut

Selasa, 10 Februari 2026

Dukung Pawai Obor Sambut Ramadhan, Zakiyuddin Harahap Menilai Kegiatan Positif Dorong Semangat Kebersamaan Anak Muda

Selasa, 10 Februari 2026

Buka Pasar Murah Imlek, Rico Waas: Medan Adalah Simbol Keberagaman Indonesia

Selasa, 10 Februari 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd