Padangsidimpuan, POL | Walikota Padangsudimpuan Irsan Efendi Nasution SH secara resmi menutup Konfrensi ke -7 PWI Tabagsel di Hotel Mega Permata Padangsidimpuan, Sabtu (14/3/2020).
Penutupan Konfensi tersebut di hadiri Tiga tokoh yakni Bupati Tapanuli Selatan, Wakil Ketua Komisi VII DPR-RI Gus Irawan Pasaribu dan Wali Kota Padang Sidempuan Irsan Efendi Nasution, Ketua DPRD Padangsidimpuan Siwan Siswanto, pengurus HIPMI, HMI, KNPI, AMPI, IPK, FKPPI, PP, KONI, dan Pejabat di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).Pelantikan pengurus PWI Tabagsel oleh PWI Sumatera Utara ini sesuai SK nomor 46/SK/PWI-SU/XI/2019, ditandai penyerahan bendera pataka PWI oleh Ketua PWI Sumatera Utara Hermansjah kepada ketua terpilih aklamasi Sukri Falah Harahap.
Ketua PWI Sumut Hermansjah dalam sambutannya mengatakan, Pengurus PWI Tabagsel periode 2020-2023 bisa lebih baik, minimal mempertahankan kinerja kepemimpinan sebelumnya yang telah menghantarkan PWI Tabagsel terbaik Sumatera Utara.
Gus Irawan Pasaribu, dikesempatan ini selain mengucapkan selamat juga berharap agar Pers dibawah bendera PWI Tabagsel khususnya dapat memberikan kontribusi positif dalam kemajuan pembangunan khususnya di Tabagsel.
“Mudah-mudahan Pers maupun media di Tabagsel ini bisa berada dihati masyarakat, dan kemudian dalam penyampaian informasi cepat, akurat, dan bertanggungjawab. Serta media tidak sekedar penyampai informasi akan tetapi mencari kebenaran informasi,” tambah Gus.
Bupati Tapanuli Selatan, Syahrul M.Pasaribu, selain mengucapkan selamatpada ketua terpilih serta jajaran pengurus yang baru,Syahrul meminta sinergitas antara Pemkab dan PWI yang terjalin baik selama ini bisa tetap dipertahankan bahkan ditingkatkan lagi.
Syahrul juga menyinggung bahwa keberadaan Pers (media) itu penting sebagai alat transformasi informasi berbagai pembangunan ke tengah-tengah masyarakat, termasuk juga sebaliknya, yang mengedepankan objektif dan aktual bukan hoax.
Walikota Padang Sidempuan, Irsan Efendi Nasution, dalam sambutannya sekaligus menutup acara Konferensi VII ini mengungkapkan, bicara tentang PWI bagi dia (Irsan) sudah tidak asing lagi, karena di era 90 an Irsan juga sudah masuk PWI (Persatuan Wartawan Indonesia).
” PWI tidak pernah terlupakan ,apalagi dianya pernah bergelut di dunia jurnalistik, tentu secara pribadi perhatian dan mensupport penuh,” katanya sembari berharap organisasi PWI Tabagsel semakin maju dan berkembang.
Irsan juga menyampaikan pengalamannya, bahwasanya kadang-kadang melihat media saat ini sudah kehilangan kaidah-kaidah jurnalistik. Selain jauh harapan memenuhi unsur 5W 1 H, tambah lagi minimnya konsep akurat, berimbang, dan kejelasan informasi yang disajikan.
“Sekarang kita sulit membedakan mana sesungguhya produk jurnalistik dan mana yang tidak, termasuk sosial media tentunya yang ikut di konsumsi masyarakat hari ini. Terkadang masyarakatpun tidak mampu membedakan mana produk jurnalistik mana yang tidak,” jelasnya.
“PWI salah satu oraganisasi besar dan tertua di Indonesia dan organisasi yang pernah satu-satunya di Indonesia pada zaman Orde Baru, tentu punya kewajiban moral memberikan edukasi di tengah-tengah masyarakat apalagi dengan tantangan revolusi industri 4.0.
“Melalui konferensi ini mudah-mudahan semakin memperkuat jati diri, sehingga teman-teman wartawan yang berhimpun di PWI maupun organisasi yang lain harus juga memperbanyak pelatihan,-pelatihan agar semakin profesional,” ujar Irsan (POL/NP.02)







