Padanglawas, POL | Kemacetan pusat kota Sibuhuan, ibukota kabupaten Padanglawas (Palas), provinsi Sumatera Utara atau Sumut sudah sejak lama terjadi dan mengganggu perlalulintasan. Problema tersebut kini diperparah lagi belakangan ini truk berat dan besar seperti bebas masuk inti kota terbesar di kawasan yang menjadi daerah otonom sejak pertengahan tahun 2007 itu.
Perlalulintasan di Simpang Empat Pasar Sibuhuan yang sudah puluhan tahun menjadi inti kota saat ini sering macet total. Hal tersebut terjadi terkesan karena truk berbadan besar, panjang dan berat baik dari arah Gunungtua, ibukota kabupaten Padanglawas Utara (Paluta) maupun sebaliknya, yakni dari arah provinsi Riau bebas masuk inti kota, bahkan ada truk besar yang berani membongkar barang bawaan di sekitar Simpang Empat Sibuhuan.
Masyarakat terlihat justru heran, pasalnya ringroad (jalan lingkar pusat kota) dari Simpang Komplek Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Sibuhuan dari arah provinsi Riau keluar di jalan Sibuhuan – Pasar Latong, tepatnya di desa Sibuhuan Julu, kecamatan Barumun.
Kini menjadi teka-teki di kalangan masyarakat Palas adalah truk besar, berat dan panjang itu masuk inti kota Sibuhuan itu sengaja dibiarkan bebas atau para pengemudi truknya yang membandel. Ini perlu dicari fakta sebenarnya, apa yang menyababkan itu justru terjadi.
“Perlu kita ketahui, ringroad itu pada hakekatnya berfungsi untuk mengalihkan sebagian arus lalulintas terusan dari pusat kota. Jadi jika ringroad sudah ada, itu truk besar, besar dan panjang tidak pantas lagi melintas melalui inti kota Sibuhuan,” kata aktifis pemuda kabupaten Padanglawas, Maulana Syafi’i, SHI saat diminta tanggapannya, Kamis (21/01/2021) pagi.
Dikatakan, masyarakat terutama pengendara roda dua, roda tiga sampai pengemudi mobil roda empat sudah pada terganggu, apalagi saat terjadinya lalulintas macet total karena truk panjang dan besar sedang melintas di Simpang Empat, terlebih-lebih truk panjang dan besar ketemu di Simpang Empat, itu akan lebih memacetkan lagi.
“Truk besar, berat dan panjang diminta untuk tidak lagi masuk inti kota. Gunakanlah ringroad yang sudah dibangun pemerintah dengan anggaran miliaran rupiah itu secara baik, janganlah pula truk besar, berat dan panjang sulit diatur,” kata Maulana Syafi’i berpesan kepada pengemudi truk tersebut.
Terlihat, selain truk besar dan panjang, kemacetan lalulintas di pusat kota Sibuhuan adalah semrawutnya parkir kenderaan. Itu ditambah lagi dengan pedagang kaki lima (PK5) yang sembarang memajang barang dagangannya sampai di pinggir jalan, bahkan memakai daerah milik jalan.
Pemerintah kabupaten Palas diminta untuk tegas terhadap maraknya truk yang bebas masuk inti kota Sibuhuan, penertiban parkir hingga ke pedagang PK5 yang sudah membuat lalulintas semrawut, bahkan sampai macet total hingga memakan waktu lama hampir setiap harinya. (POL/balyan kn)







