Simalungun, POL | Sikap arogansi oknum Manajer Rudi Bonar Simbolon dan Asisten SDM & Umum Lavergo Karosekali berpotensi “merusak’ nama baik perkebunan PTPN IV Marjandi Kecamatan Panabean Pane, Kabupaten Simalungun -Sumatra Utara.
Kedua oknum pejabat PTPN IV tersebut diduga melakukan perbuatan tidak menyenangkan. Sikap arogan mereka lakukan terhadap Sondang Nainggolan, wartawan Harian Perjuangan Baru, Senin (07/11/1022).
Sondang mengatakan, ketika bekunjung ke kebun Marjandi, saat itu dia berbincang bincang dengan Zulham Siregar selaku Ketua SPBUN. Namun tiba-tiba salah satu karyawan kebun bermarga Sihaloho menemui Sondang.
Sihaloho mempersilakan Sondang untuk menemui Asisten Manajer SDM Lavergo Karoskali. Atas pesan tersebut, akhirnya Sondang menemui Lavergo. “Setelah saya masuk ke ruangan, setahu bagaimana Asisten Manajer SDM tiba-tiba langsung meminta KTA dan Surat Tugas saya dengan bahasa yang tidak menyenangkan dan sangat menyinggung prasaan. Pada hal saya sudah pulahan tahun bermitra dengan kebun Marjandi”, kata Sondang.
Mestinya dia harus menghargai masyarakat dan terlebih saya selaku putra daerah dan mantan Ketua PDI Perjuangan di Kecamatan Pane, ujar Sondang kecewa berat.
Sifat kesombongan yang dipertontonkan Asisten Manajer SDM & Umum Marjandi PTPN IV Lavergo Karoskali tidak patut dicontoh. Pada saat terjadi pertengkaran di ruangan Ketua SPBUN ditonton para karyawan PTPN IV tersebut.
Sondang menambahkan tentang adanya ucapan oknum Asisten Manajer SDM Lavergo bahwa hidupnya bukan dari perkebunan ini. Biar kau tau?, kata Sondag menirukan ucapan Lavergo di depan karyawan dan Ketua SPBUN Kebun Marjandi. Atas ucapan yang dilontarkan Lavergo tersebut, membuat Ketua SPBUN Zulham Siregar turut tersinggung dan marah. “Jangan bicara seperti itu pak. Itu bahasa kesombongan dan kecongkakan”, kata Zulham Siregar kesal.
Zulham Siregar selaku Ketua SPBUN Marjandi ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan apa yang diucapkan Lavergo.
Ternyata sikap arogansi Lavergo terkesan dibela oknum Manajer Kebun Marjandi Rudi Bonar Simbolon. “Selaku Manajer PTPN IV Marjandi mestinya menasehati staf yang bersikap arogan dan sok kuasa. Selaku manajer tidak pantas mengeluarkan kata-kata seperti itu. Seharusnya, Rudi Bonar Simbolon selaku atasan harus mendinginkan suasana bukan memperkeruh, terlebih pada saat itu Rudi belum mengetahui akar persoalan yang sebenarnya.
“Selaku manajer membentak-bentak wartawan dan berkata saya di sini manajer, jangan ada yang ribut. Dengan bahasa yang lantang dan suara keras, mengakibatkan suasana menjadi keruh dan tidak sopan didengar karyawan yang akhirnya keluar dari ruangannya masing-masing.
Atas sikap oknum Manajer dan Asisten Manajer SDM dengan jelas kurang terpuji, dan dapat berpotensi membuat nama baik Manajemen kebun PTPN IV Marjandi yang selama ini mempunyai hubungan yang baik dengan Wartawan/LSM dan seluruh stakkeholder menjadi tercoreng, ujar Sondang seraya memohon pihak Direksi PTPN IV menegur bahkan menertibkan kedua oknum tersebut. (POL/Sondang Nainggolan)







