Asahan POL | Kepala Desa (Kades) Perkebunan Bandar Pulau, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Ashan, sangat sulit ditemui karena jarang masuk kantor. Apalagi sang kades dikabarkan lebih banyak bertugas sebagai karyawan di PTPN 3 Bandar Selamat.
“Kalau cari Kades Perkebunan Bandar Pulau cari di tempat kerjaannya, karena dia merangkap karyawan di kebun PTPN 3,” ungkap salah seorang warga setempat yang namanya enggan disebutkan, Senin (16/12/2020).
Namun ketika awak media coba menemui Rahmad Sambas selaku Kades Perk Bandar Pulau, Rabu (16/12/2020) untuk melakukan konfirmasi tentang penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD), oknum Kades yang rangkap jabatan karyawan PTPN 3 Kebun Bandar Selamat itu tidak berada di kantor tapi sedang mengikuti Bintek di Medan.
“Kades Bintek di Medan, Sekdes juga sedang keluar ada urusan,” jawab salah seorang kaur di kantor desa tersebut saat ditanya wartawan, Rabu (16/12/2020).
Awak media Selasa (22/12) kembali ingin menemui Kades Perk. Bandar Pulau untuk melakukan konnfirmasi, lagi-lagi mendapat keterangan dari sekdes desa itu, Kades Bintek di Medan.”Kades Bintek, baru semalam berangkat ke Medan,” kata Sekdes Perk. Bandar Pulau, Indra Nasution.
Ketika disinggung jumlah penerima BLT DD di Desa Perk. Bandar Pulau untuk tahap akhir (bulan Oktober, Nopember dan Desember 2020) dan penyerahannya, Sekdes mengatakan lupa. Malah mempersilahkan wartawan untuk menanya langsung kepada kepala desa maupun kepala dusun masing-masing, karena uang BLT DD itu sudah diserahkan melalui kepala dusun.
“Kalau bapak mau tau jumlah warga yang menerima BLT DD tanyakan saja langsung ke Kepala desa, atau kepada kepala dusun karena sudah diserahkan ” ujar Sekdes.
Pantauan awak media di kantor Desa Perk Bandar Pulau tidak terdapat papan struktur organisasi Pemerintahan Desa, sehingga tidak dapat diketahui nama-nama kaur desa, kepala dusun, BPD dan LPM.
“Sudah dibuat strukturnya tapi belum selesai dikerjakan,” terang Indra.
Secara terpisah Camat Aek Songsongan melalui Kasi Kesos, Bagus yang dikonfirmasi wartawan juga tidak mengetahui jumlah penerima BLT DD di Desa Perk Bandar Pulau.
“Enggak tau saya berapa jumlah penerima BLT DD Desa Perk Bandar Pulau, saya pun enggak tau apakah sudah diserahkan apa belum BLT DD tahap akhir ini,” cetus Bagus.
Sementara itu pengakuan beberapa warga Dusun II Desa Perk Bandar Pulau yang tinggal di Pondok AFD V Kebun Bandar Selamat juga mengaku tidak tahu siapa-siapa penerima BLT DD yang tinggal perumahan karyawan tersebut.
“Enggak tau pak, kami karyawan di pondok AFD V ini enggak pernah dapat BLT DD, kalau BHL yang tinggal di kampung (luar pondok) mungkin ada,” sebut sumber itu.
Ketika hal itu ditanyakan langsung kepada Kepala Dusun II Desa Perk Bandar Pulau, Kasem di tempat kerjanya sebagai mandor I (satu) AFD V Kebun PTPN 3 Bandar Selamat, Selasa (22/12/2020) diperoleh keterangan, bahwa BLT DD Dusun II Desa Perk Bandar Pulau untuk tahap akhir (Oktober, Nopember dan Desember 2020) sudah diserahkan kepada penerima manfaat sebanyak 48 orang. Selain itu dikatakannya ada penambahan 5 orang, di tahap akhir ini menerima 3 bulan sekaligus sebesar Rp 900.000/orang.
“BLT DD tahap akhir sudah kami serahkan satu hari sebelum Pilkada Asahan, termasuk tambahan 5 orang yang saya usulkan, karena mereka sudah memiliki KK penduduk disini, diberikan sekaligus 3 bulan sebesar Rp 900.000/orang ” tandas oknum mandor kebun yang mengaku sudah 3 periode menjadi Kadus merangkap mandor di PTPN 3 Bandar Selamat.
Menanggapi tidak adanya papan struktur organisasi pemerintah desa di Desa Perk Bandar Pulau sejumlah wartawan dan LSM miris. Pasalnya, APBDES tahun 2020 untuk Belanja Desa di Desa Perk Bandar Pulau ini mencapai Satu Miliyar Dua Ratus Delapan Puluh Empat Juta lebih. Termasuk anggaran Bidang Penanggulangan Bencana Darurat dan Mendesak sebesar Rp 259.427.100, tapi untuk membuat papan struktur organisasi pemerintahan saja sudah bertahun-tahun belum siap.
“Jangan-jangan uang dana desa Perk Bandar Pulau lebih banyak digunakan Bintek Kades, buktinya kami datang belum seminggu kades sudah dua kali Bintek di Medan ” ucap Elfian salah seorang wartawan media online kesal. (POL/PAI)







