Silau Dunia, POL | PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III Persero Kebun Silau Dunia (KSDUN) kabupaten Simalungun yang termasuk dalam perkebunan Distrik Serdang 1 (Deser1) Kebun Gunung Pamela, belum lama ini dituding korban pemberitaan fitnah yang tidak benar oleh salah satu media online harian FS.
Dalam pemberitaan tersebut disebutkan bahwa di Afdeling 1 dan 2 Kebun Silau Dunia(KSDUN) ratusan ton TBS kelapa sawit membusuk di lapangan dan seluruh areal kebun semak tidak dirawat. Tak hanya itu, juga disebutkan banyaknya korupsi di perkebunan tersebut.
“Inilah pokok pemberitaan media online tersebut yang tidak mendasar dan terbukti alias berita fitnah,” sebut Sekretaris SPBUN Basis Kebun Silau Dunia Krisno Harianto SH yang akrab dipanggil Aseng didampingi Ketua SPBUN Nursait kepada perjuanganonline.com di kantor kebun KSDUN, Kamis (7/5).
Menurut Aseng, kalaulah ratusan ton buah sawit membusuk di lapangan, itu jelas sudah fitnah. “Karena truk pengangkut buah kelapa sawit setiap harinya mengangkut buah TBS dari afdeling muatannya tidak penuh atau mumbung. Hal ini menandakan Kebun Silau Dunia masih kekurangan produksi buah kelapa sawit. Darimana pula bisa ratusan ton buah kelapa sawit di Afd 1 dan 2 membusuk,” ujar Aseng geram.
Lanjut Aseng, permasalahan lahan yang tampak semak bukan berarti tidak dirawat, namun karena belum pas rotasi atau putarannya. “Dan kalau saya baca berita media online harian FS tersebut, kami melihatnya keseluruhan sebagai opini penulisnya. Tidak ada narasumber lainnya yang dikonfirmasi. Kami menilai penulisnya penuh dengan emosi dan kegalauannya terhadap Kebun Silau Dunia,” sebut Aseng tersenyum kepada perjuanganonline.com.
Di tempat yang sama, Ketua SPBUN KSDUN Nursait menambahkan, kalaupun ada buah restan di lapangan yang tidak diangkut oleh truk pengangkutan disebabkan ada sesuatu hal maka buah-buah TBS sawit tersebut harus diangkut dan dibawa ke kantor Afd setempat agar besok harinya dapat diangkut dan dibawa ke PKS.
“Tidak boleh dan tidak dibenarkan berserakan di areal atau pun lapangan,” ucap Nursait kepada PB.(Agus)







