Labura, POL | PT Indo Coco Prima Lestari yang merupaksn satu-satunya perusahaan bahan makanan dari buah kelapa milik pengusaha warga Leidong saat ini alami kemajuan tingkat produksi.
Perusahaan pengolahan bahan makanan yang terbuat dari Kelapa ini para karyawannya tampak bergeliat terus menerus untuk memproduksi bahan makanan seperti bahan santan dan bahan pembuatan biscuit.
Saat kantor PT Indo Coco Prima Lestari disambangi awak Media ini di Desa Pangkalan Lunang Kecamatan Kualuh Leidong Kabupaten Labuhanbatu Utara, pihak Managemen perusahaan menyambut positif dan memaparkan kinerja produksi bahan makanan yang berasal dari bahan kelapa.
Manager Eka mengawali perbincangan dengan awak media ini mengatakan, setelah lebih kurang 2 tahun PT Indo Coco Lestari Prima diresmikan Bupati Labuhanbatu Utara (H Kharuddin Syah Sitorus SE red) pembenahan tentang prinsip pendirian perusahaan sesuai peraturan pemerintah.
“Sudah keseluruhan izinnya hampir rampung. Sebab dalam permohonan perizinan baik Amdal dan lainnya membutuhkan waktu dari pemerintah,” ujarnya.
Selanjutnya Eka yang mengaku juga pernah bekerja di beberapa perusahaan sejenis sebagai pimpinan bahwa saat ini perusahaan yang dinakhodainya itu mengalami kemajuan dari sebelumnya.
Eka juga mengaku perusahaan saat ini memperkerjakan karyawan sebanyak 115 orang.
Dan bahan komoditi yang dihasilkan hampir sebagian besar untuk di ekspor.
Kebutuhan bahan produksi per harinya sebanyak 80 Ton Kelapa untuk menghasilkan 6 ton sari dan inti kelapa yang dibentuk menjadi butiran.
Menyinggung tenaga Kerja di PT Indo Coco Prima Lestari ini Eka juga mengaku pihaknya menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 90% yang terdiri dari warga Desa Pangkalan Lunang dan umumnya warga Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Kemudian kebutuhan perusahaan untuk membuat bahan makanan menjadi bubuk Kelapa yang sangat besar ini, disamping kelapa milik masyarakat sekitar di Kecamatan Kualuh Leidong, pihaknya mengakui mendatangkan kelapa dari Riau dan Nias.
Salah satu karyawan yang mengaku putra daerah Desa Pangakalan Lunang Asnawi di hadapan pimpinannya dan awak media ini mengaku sangat bersyukur adanya perusahaan di desa mereka sehingga ia dan warga lainnya dapat diperkerjakan.
“Sebab disamping dekat dengan keluarga biaya hidup juga sangat terjangkau. Ketika saya saat bekerja di perusahaan asing dengan gaji tinggi saya tidak bisa menabung dikarenakan biaya hidup juga sangat tinggi,” ujar Asnawi.
Manager Eka juga mengakui pihaknya sangat fokus agar para karyawan dapat hidup sejahtera ke depannya walaupun saat ini pihaknya memberlakukan UMR Kabupaten kepada Karyawan. (POL/MH)







