Padangsidimpuan, POL | Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) mengadakan pelatihan jurnalistik yang berfokus pada pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) serta peningkatan kualitas jurnalis, dan peran organisasi PWI di Hotel Mega Permata, Kota Padangsidimpuan, pada Sabtu (16/11/2024).
Pelatihan tersebut menghadirkan berbagai narasumber ahli di antaranya Komisioner KPID Sumut Muhammad Syahrir, Sekretaris PWI Sumatera Utara SR Hamonangan Panggabean, dan akademisi Dr. Icol Dianto, M.Kom.I. Pelatihan ini diikuti oleh anggota PWI Tabagsel dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris PWI Sumatera Utara, SR Hamonangan Panggabean.
Dalam sambutan pembukaan, Ketua Panitia Ahmad Cerem Meja, ST, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.
Hal senada disampaikan Ketua PWI Tabagsel, Kodir Pohan, S.Sos., yang menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas jurnalistik di wilayah Tabagsel.
“Kami berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan ini dengan serius agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan meningkatkan kompetensi di dunia jurnalistik,” ujar Kodir.
Mengawali sesi pelatihan narasumber Dr. Icol Dianto, S.Sos.I., M.Kom.I., menyampaikan materi tentang “Dampak Positif AI bagi Wartawan.” Ia menjelaskan bahwa teknologi kecerdasan buatan dapat menjadi alat yang efektif dalam meningkatkan produktivitas jurnalis.
“AI bisa mendukung wartawan dalam mengolah data, mempercepat proses penulisan, hingga membantu analisis yang lebih mendalam,” kata Dr. Icol.
Menurutnya, pemanfaatan AI di dunia jurnalistik dapat meningkatkan kualitas informasi yang disajikan kepada masyarakat, sekaligus mempermudah pekerjaan wartawan.
Drs. Muhammad Syahrir, M.I.Kom., dalam materinya memaparkan pentingnya peningkatan kualitas jurnalis di era digital. Ia menekankan bahwa jurnalis harus terus mengasah keterampilan agar mampu menjawab tantangan zaman.
“Kualitas jurnalis harus selalu terjaga dan ditingkatkan agar informasi yang disampaikan lebih akurat dan bertanggung jawab,” ujarnya. Ia juga mendorong para jurnalis untuk terus belajar dan berinovasi di tengah perkembangan teknologi dan dinamika masyarakat.
Sedangkan SR Hamonangan Panggabean,membahas peran dan fungsi organisasi PWI dalam mendukung karir jurnalis. “PWI hadir sebagai wadah yang mempersatukan serta memperjuangkan kepentingan para wartawan,” jelas Hamonangan. Ia menyoroti pentingnya keberadaan PWI dalam menjaga integritas profesi jurnalis, serta memberikan dukungan bagi kesejahteraan dan pengembangan karir mereka.
Pelatihan ini diakhiri dengan sesi diskusi antara para narasumber dan peserta, yang dimanfaatkan sebagai forum tanya jawab, tukar pengalaman, serta pendalaman materi. Para anggota PWI Tabagsel mendapatkan wawasan baru mengenai isu-isu penting dalam dunia jurnalistik yang terus berkembang.
Pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan PWI Tabagsel ini menjadi bukti komitmen organisasi dalam mengembangkan kompetensi dan profesionalisme anggotanya. (NP.02)







