Samosir, POL | Pemerintah Kabupaten Samosir mendukung sepenuhnya segala kegiatan dalam rangka pencegahan peredaran dan penyalahgunan narkoba.
Hal itu disampaikan Bupati Samosir yang diwakili oleh Kaban Kesbangpol Dumosch Pandiangan pada kegiatan Sosialisasi Bahaya Narkoba dan ToT (Training of Trainer) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Pangururan, Selasa (19/4/2022).
Lebih lanjut, Dumosch Pandiangan menyampaikan bahwa Pemkab Samosir akan terus bersinergi dengan semua pihak untuk melakukan gerakan anti narkoba.
Saat ini sekolah-sekolah di Samosir juga sudah melakukan pendidikan anti narkoba sebagai salah satu bentuk sosialisasi bagi generasi muda.
“Kedepan, Pemkab Samosir akan mendorong seluruh Pemerintahan Desa di Samosir untuk menyiapkan anggaran untuk sosialisasi dan penanggulangan narkoba sehingga tercapai desa zero narkoba,” sebutnya.
Kalapas Kelas III Pangururan Julius Barus, SE, MH dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membantu terlaksananya kegiatan ini.
Menurutnya, narkoba adalah musuh bersama yang harus diberantas karena telah merusak seluruh sendi sendi kehidupan. Beliau berkomitmen bahwa Lapas Kelas III Pangururan bersih dari pungli dan narkoba.
“Kami nyatakan bahwa seluruh pegawai dan warga binaan di Lapas Kelas III Pangururan siap apabila dilakukan tes urine. Itulah bentuk komitmen kami untuk bersih dari Narkoba,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BNN Pematang Siantar Dr. Tuangkus Harianja, MM mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi bersama dengan pemerintah untuk memberantas peredaran narkoba.
Sosialisasi Bahaya Narkoba dan ToT (Training of Trainer) di LP Kelas III Pangururan diikuti oleh sebanyak 103 warga binaan dengan menghadirkan narasumber yakni Kepala BNN Pematang Siantar Dr. Tuangkus Harianja, MM, Tokoh Wanita Samosir sekaligus Pegiat Sosial Ria Gurning, Kaban Kesbangpol Dumosch Pandiangan, RSUD dr. Hadrianus Sinaga Pangururan, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Kejari Samosir. (POL/SBS)
