Toba, POL | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera II melakukan pembangunan prasarana pengendali banjir di sejumlah Daerah Aliran Sungai (DAS) di Provinsi Sumatera Utara di antaranya Sungai Aek Silimbat Kecamatan Sigumpar Kabupaten Toba Propinsi Sumatera Utara.
Normalisasi/pemeliharaan dilakukan untuk peningkatan kondisi sungai dan pengendalian daya rusaknya antara lain melalui perkuatan tebing sungai dan galian sedimen sungai.
Tujuan dilakukan normalisasi untuk mencegah pendangkalan sungai dan perbaikan tebing sungai yang berpotensi menimbulkan banjir pada saat polume air meluap.
Pemeliharaan Aek Silimbat telah mulai dikerjakan pada hari Sabtu tl 23 Juli tahun 2022 dengan menelan anggaran Rp. 1.909.935.000, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara ( APBN).
Sebelumnya dari keterangan yang kami Terima dari operator alat berat yang bekerja dilokasi pada Jumat (29/8/2022) , pekerjaan tersebut sepanjang 3 KM, dan menurut Huta Gaol sudah 6 hari bekerja di sana, ini sudah STA 1500 M tulang dan kita sudah 6 hari bekerja sebutnya menambahkan.
Dari informasi yang kita dapat dari lapangan, selain pekerjaan normalisasi ada juga pekerjaan Tembok Penahan Tanah ( TPT ) sepanjang sekitar 200 meter sebut Panjaitan .
Untuk mengetahui struktur bangunan Tembok Penahan Tanah tersebut, PB mencoba menghubungi pengawas proyek tersebut namun tak berhasil.
Dari pantauan PB dilokasi kegiatan pada Sabtu (3/9/2022), pondasi bangunan tidak jelas, begitu juga campuran semen Balok Sloof Beton, campuran semen pasangan Batu, jarak cerucuk dan bahan cerucuk diduga dari pipa odong-odong.
J. Simanjuntak yang merupakan pemerhati sosial dan pembangunan mengomentari kegiatan tersebut, menurut Simanjuntak cerucuk pipa odong-odong tersebut tidak akan tahan lama karena sangat cepat kropos dimakan karat seharusnya pakai pipa Gip yang tahan karat. Dari pada pakai pipa odong odong yang sangat tipis lebih baik menggunakan cerucuk bambu yang tahan puluhan tahun tidak akan berkarat dan semakin kuat di dalam air maupun di dalam tanah sebutnya.
Simanjuntak berharap, pihak BWSS II Sumatera mengawasi kegiatan ini dengan baik jangan menjadi proyek asal jadi dan jangan dijadikan ajang korupsi. “Kualitasnya juga perlu dijaga sehingga bermanfaat jangka panjang demi kemakmuran masyarakat,” harapnya. (POL/Tb 3)
