Toba, POL | Rencana Relokasi Keramba Jaring Apung (KJA) milik perusahaan PT. Regal Springs Indonesia ( RSI ) mendapat tanggapan positif dari nelayan tradisional di Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba.
Salah seorang nelayan, Guntur M (50), Sabtu pekan lalu mengatakan, relokasi itu sangat berdampak positif kepada mereka para nelayan, hasil tangkapan nantinya akan semakin mantap. “Bahkan, ikan- ikan liar yang ada akan sehat karena mendapat makanan tambahan dari sisa sisa pakan yang terbuang,” katanya.
Menurut Guntur, yang sudah puluhan tahun sebagai nelayan di Danau Toba, adanya penolakan terhadap rencana relokasi, sebenarnya dihembuskan oknum oknum yang punya kepentingan, itupun yang tidak mengerti tentang arti kehidupan, bayangkan kalau terus terus menolak perusahaan, kapan majunya daerah ini, kalau sempat ditutup ,berapa banyak tambah pengangguran, dan ribuan akan terancan kelaparan terangnya.
Senada disampaikan oleh K.Sirait (60) yang mengatakan, penolakan perusahaan akan berdampak negatif terhadap perekonomian masyarakat, pengangguran akan bertambah, sementara pemerintah tidak dapat menciptakan lapangan kerja baru.
“Yang terpenting bagaimana perusahaan tetap meminimalisir dampak limbah perusahaan dan pemerintah harus jujur mengawasinya,” terangnya lagi.
Ditambahkannya, ada oknum yang menolak sejumlah perusahaan yang ada di Toba, tapi ironisnya, yang bersangkuta justru menerima banyak bantuan dari perusahaan tersebut.
“Jadi jangan mau kita dijual dengan alasan alasan lingkungan hidup, sementara penjual isu menerima bantuan dari perusahaan perusak lingkungan yang disebutnya,” terang Sirait. (POL/Tb.3)







