Masyarakat Uluan Bersama Camat Berburu Tikus

Camat Uluan Juni Hanmas Butarbutar didampingi Lion Manurung Kepala Desa Partoruan Janjimatogu foto bersama dengan para petani saat berburu tikus di Janjimatogu. (IST)

Toba, POL | Serangan hama tikus kerap menjadi momok bagi para petani di Janjimatogu, Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba, sehingga para petani kini melakukan perburuan guna mengendalikan populasi tikus di lahan persawahan.

Akibat gagal panen karena serangan hama tikus, untuk menekan populasi tikus warga petani di Janjimatogu melakukan perburuan tikus, pada Selasa (7/4/2026 ).

Seratusan warga masyarakat petani dari 4 desa di Janjimatogu melakukan perburuan tikus pada areal persawahan di Desa Partoruan Janjimatogu dan Desa Par habinsaran Janjimatogu.

Terlihat para petani dengan semangat melakukan perburuan dan berhasil melumpuhkan ratusan ekor tikus.

Para ibu, bapak-bapak dan remaja membawa peralatan seadanya, seperti pentungan, parang, kompor tembak dan peralatan lain untuk membasmi tikus dari sarang persembunyiannya.

Perburuan ini dilakukan untuk menekan populasi perkembangan hama tikus pada paska tanam tahun ini kata Lion Manurung kepada media ini di lokasi persawahan.

Lion Manurung Kepala Desa Partoruan Janjimatogu mengatakan, perburuan ini dilakukan akibat puluhan hektare sawah petani gagal panen akibat serangan hama tikus.

“Akibat serangan hama tikus puluhan hektare sawah gagal panen didaerah ini, sehingga hari ini dilakukan perburuan tikus,” kata Lion Manurung.

Para petani sangat mengapresiasi kehadiran Camat Uluan yang turun langsung ke lapangan bersama para petani menyaksikan perburuan tikus tersebut, di sela sela padatnya kegiatan Camat Uluan masih menyempatkan waktunya turun ke lapangan, sebut warga.

Camat Uluan Juni Hanmas Butarbutar yang baru dilantik bulan Februari lalu memberikan semangat, dukungan dan motivasi kepada petani, kegiatan perburuan ini harus dilakukan berkelanjutan paska tanam untuk menekan populasi tikus, tuturnya.

Budaya gotong-royong perburuan ini harus terus dilanjutkan sehingga petani terhindar dari gagal panen akibat serangan tikus, sebutnya lagi.

“Demi menyelamatkan hasil panen, perburuan tikus ini harus dilakukan berkelanjutan,” sebut Camat Uluan menambahkan.

Dari pantauan media ini dilapangan, segala upaya dilakukan petani untuk membongkar tikus dari sarang pernyembunyiannya, dengan menggunakan kompor tembak, para petani mengasapi lobang persembunyian tikus agar keluar dari sarangnya, setelah tikus keluar lalu di pentung.

Kalau panen gagal, keluarga ikut susah. Makanya kami berusaha berbagai cara, asal sawah tetap bisa menghasilkan, sebut para petani.

Semangat gotong royong masih hidup di daerah ini petani saling membantu perburuan tikus, harapannya, cara ini bisa menekan kerugian sekaligus meningkatkan produktivitas padi di Kecamatan Uluan. (Sogar)

Berikan Komentar:
Exit mobile version