Longsor Jalan Barnangkoling Pintu Berkah, Ini Harapan Warga Kepada Bupati Tapsel 

Tapanuli Selatan, POL | Kejadian longsor dan abrasi pebukitan sampai menutup badan jalan kabupaten menghubungkan Dusun Gunung Manungkap, Kelurahan Batang Tura, Kecamatan Angkola Timur dengan desa Barnangkoling, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Provinsi Sumatera Utara atau Sumut ternyata menjadi pintu berkah bagi Luat Harangan.

Bencana alam yang terjadi sejak Jum’at (13/08/2021) tersebut membuat pemerintah kabupaten di bawah kepemimpinan Bupati Tapsel, Dolly Putra Pasaribu tiba-tiba terenyuh dan peduli sehingga memerintahkan jajarannya yang membidangi jalan turun ke lokasi jalan putus total yang sampai mengisolasi masyarakat desa Barnangkoling itu.

Hasilnya, pihak Dinas Pekerjaan Umum & Pemukiman Rakyat (PUPR) Tapsel menurunkan serta mengerahkan alat berat bersama staf untuk melakukan pengerukan material longsoran dari badan jalan dan Senin (16/08/221) petang, akses hubungan darat masyarakat desa Barnangkoling dan sekitarnya kembali normal seperti biasa.

Harapan Kepada Bupati Tapsel

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komunitas Rakyat Wilayah Doloksordang (KORIDOR), Ir. H. Asman Hutasuhut, MM kepada POL via chatting aplikasi WhtsApp Selasa (17/08/2021) siang mengatakan, setidaknya pihak Dinas PUPR Tapsel telah melihat langsung gambaran nyata sulitnya transportasi berupa jalan darat ke dan dari wilayah Doloksordang.

“Bagi kami saat ini kejadian longsor pebukitan yang menyebabkan material pasir menutup badan jalan Barnangkoling, itu pintu berkah bagi masyarakat Luat Doloksordang. Kejadian tersebut telah memperlihatkan kepada pemerintah betapa gambaran nyata sulitnya transportasi jalan darat bagi warga Doloksordang dan sekitarnya,” kata Hutasuhut.

Bertitik tolak dari itu, tambah Asman, kiranya untuk tahun anggaran mendatang, pihak Bupati Tapsel telah melihat sulitnya infrastruktur jalan di wilayah atau Luat Doloksordang dan sekitarnya. Kondisi jalan jurusan Sosopan – Barnangkoling – Pangaribuan sepanjang 20 kilometer dan jalan jurusan Bungabondar – Hasahatan  hingga ke Gadu sepanjang 19 kilometer saat ini dalam kondisi rusak-berat.

Sebelumnya salah seorang tokoh masyarakat di Barnangkoling, Abdu S. menyatakan lega dan bangga dengan tindakan cepat pemkab Tapsel yang telah melakukan pengerukan material pasir dan longoran pebukitan yang menutup jalan.

“Jalan menuju desa Barnangkoling sudah mulai bisa dilewati. Terimmkasih diucapkan kepada semua pihak atas bantuannya sehingga akses ke desa kami telah dapat dilalui kembali,” katanya dengan rasa senangnya.

Dia berharap sangat, mudah-mudahan bukan sebatas bersih dari material longsoran ini saja, tetapi jalan ini makin lebih baik sehingga benar-benar layak untuk kami lewati nantinya demi lancarnya aktifitas ekonomi di kawasan tersebut. (POL/NP.04)

Berikan Komentar:
Exit mobile version