Tarutung, POL | Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP se Kabupaten Tapanuli Utara yang terdiri dari 79 SMP secara rutin setiap bulan melakukan pertemuan di sekolah yang berbeda .
Baru-baru ini, Sabtu (17/06/2023) MKKS SMP se Taput mengadakan pertemuan di SMPN-1 Pahae Julu, dan di bawah ini Ketua MKKS SMP se Taput Torus Manuntun SPd,MPd menjelaskan bahwa materi yang mereka bahas dalam pertemuan tersebut antara lain:
Sekolah penggerak adalah program dari Merdeka Belajar edisi ke-7. Setiap Kabupten/Kota ada kuota sekolah penggerak. Yang menetapkan adalah Kemendikbud dari hasil seleksi. Kriteria yang berhak mengikuti seleksi adalah:
1). Memiliki sisa masa tugas sebagai Kepala Sekolah,sekurang-kurangnya 1 kali masa tugas.
2) Terdaftar dalam data pokok pendidikan (DAPODIK) .
3) Membuat surat pernyataan.
4) Melampirkan surat keterangan sehat jasmani, rohani, bebas narkotika,psikotropika,dan zat aditif (jika dinyatakan lulus pada seleksi tahap2).
5)Tidak sedang menjalani hukuman disiplin sedang,dan/atau berat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,
6)Tidaksedang menjalani proses hukum sesuai dengan beketentuan peraturan perundang-undangan.
Jumlah Sekolah Penggerak di Taput hingga Tahun Ajaran 2023/2024 ada 5, yaitu:
1) SMP Negeri4 Pagaran,
2) SMP Negeri 4 Pahae Julu,
3) SMP Negeri 3 Adiankoting, 4)
SMP Negeri 2 SiatasBarita,
5) SMPNegeri 3 Sipahutar.
Topik MKKS disesuaikan dengan kalender pendidikan dari Kementerian dan Kabupaten selama satu tahun anggaran dan satu tahun ajaran, misalnya: Penyusunan RKAS, Pembahasan Juknis,Persiapan ANBK,Persiapan UjianTengah Semester, Persiapan Ujian Akhir Semester,UjianSekolah, Persiapan OSN, Persiapan Kenaikan kelas, Penetapan RKAS bersama Komite, kerjasama dengan APH, APIP serta Dinas Pendidikan Kabupaten sebagai nara sumber, serta pembahasan program pemerintah dalam menyukseskan Visi dan Misi bidang Pendidikan.Yang dilakukan setiap bulan dengan tempat yang berbeda-beda.
Penerapan Kurikulum Merdeka dilaksanakan oleh: Sekolah Penggerak dan Sekolah dari Jalur Mandiri. Hingga saat ini, Kabupaten Taput dari 79 SMP di Taput, yang sudah melaksanakan Kurikulum Merdeka berjumlah 76 SMP, yang terdiri dari:
1) 5 Sekolah Penggerak, 2) 44 SMP dari jalur Mandiri Belajar,
3) 27 SMP dari jalur Mandiri Berubah,
4) ada 3 SMP lagi yg masih menggunakan Kuriulum 2013 yaitu: SMP Negeri 5 Pangaribuan, SMP Negeri 6 Adiankoting danSMP Negeri 2 Purbatua. Penerapan Kurikulum Merdeka di Taput sejauh ini sudah sesuai dengan juknis dari pemerintah.Semua guru dan Kepala Sekolah dapat belajar dari PFMM (Plat Form Merdeka Mengajar).
Kesulitan guru-guru dalam menerapkan Kurikulum Merdeka, dalam hal mengklasifikasikan siswa sesuai dengan karakter, bakat,minat,sosial,kemampuan kognitif dalam satu kelas. Dalam hal ini guru sangat sulit mendesain Metode dan Strategi pengajaran dikelas sesuai dengan klasifikasi di atas serta merancang Modul Ajar bagi peserta didik.
Pada prinsipnya ,guru tidak sulit untuk melakukan assesmen. Yang sulit adalah mempetakan siswa sesuai dengan hasil asesmen, agar pembelajaran berjalan sesuai dengan konsep Merdeka Belajar. Guru BP di Taput sangat minim sesuai dengan kompetensinya.
Demikian disampaikan Torus Manuntun Nababan, SPd.,MPd (Ketua MKKS SMP se Tapanuli Utara yang juga Sekretaris PGRI Kabupaten Tapanuli Utara). (POL/BIN)







