Kisaran, POL | Ternyata mata anggaran untuk kegiatan pelayanan dan penyediaan informasi pasar kerja online di Kabupaten Asahan ada 2 item. Pertama sebesar Rp 61.230.000 dan kedua sebesar Rp 46.669.314.
Hal itu terungkap dari wawancara yang dilakukan wartawan termasuk PerjuanganOnline dengan Kepala Bidang Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Kabupaten Nurasyah Harahap di kantornya, Rabu (06/10/2021) siang.
Dikatakannya, anggaran sebesar Rp 61.230.000 dengan judul pelayanan dan penyediaan informasi pasar kerja online itu merupakan biaya honor petugas pelayanan, SPPD dan honor PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) terkait pelaksanakan kegiatan tersebut selama satu tahun.
Untuk honor orang si Novi aja bertiga yang bekerja melayani masyarakat pencari kerja per bulan sebesar 3 juta dikali 12 bulan sudah mencapai 36 juta. Kemudian PPTK juga ada dapat honor sebesar Rp 1.050.000 perbulan dari kegiatan tersebut, ujar Nurasyah yang mengaku merupakan PPTK dalam kegiatan itu.
Sedangkan anggaran yang kedua sebesar Rp 46.669.314 merupakan biaya untuk belanja bahan habis pakai seperti ATK, potocopy / penggandaan, banner dan baliho terkait pelayanan dan penyediaan informasi pasar kerja online.
Anggaran sebesar 41 juta tersebut untuk biaya ATK dan bahan habis pakai lainnya serta termasuk pembuatan banner dan baliho, ujar Kabid Penempatan dan Pembinaan Tenaga Kerja Kabupaten Asahan itu mengklarifikasi keterangan Kasi Penempatan dan Pasar Kerja Catur Edy Prasetya yang pada pemberitaan sebelumnya menyatakan bahwa pembuatan baliho dananya bersumber dari anggaran sebesar 61 juta.
Kemudian terkait penempatan 97 orang pencari kerja yang telah disalurkan oleh Dinas Ketenagakerjaan Asahan sampai medio Agustus 2021 itu dijelaskan Nurasyah terdiri dari 8 orang ke luar Negeri yaitu Jepang melalui jalur AKAN, 12 orang ke Batam melalui jalur AKAD, dan 77 orang pada beberapa perusahaan melalui jalur AKL.
Secara terpisah Catur Edy Prasetya yang dikonfirmasi ulang terkait pernyataannya dalam pemberitaan sebelumnya yang menyebutkan bahwa biaya pembuatan baliho berasal dari anggaran kegiatan yang sebesar 61 juta itu menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruannya.(POL/fir)







