Langkat, POL |Dalam upaya membina akhlak serta mengajak menciptakan insanul kamil Kepala Desa Jati Sari Sutardi megajak seluruh perangkat desa yang terdiri dari Kepala dusun dan BPD serta seluruh staf di Kantor desa untuk dapat hadir pada Jum’at di minggu keempat setiap bulanya untuk mengikuti pengajian dan tausyiah yang diiisi Drs Abunawas Siregar.
“Hal ini sangat bermanfaat, selain mendengarkan tausyiah, diadakan juga tanya jawab sehingga para perangkat desa dapat merubah sikap kearah yang lebih baik. Pengajian ini kita adakan sebulan sekali yaitu pada jumat terakhir yang kita sebut dengan pengajian Jum’at Barokah,” Kepala Desa Jati Sari Sutardi, Jumat (24/9/2021).
Sementara itu Al ustad Abunawas Siregar dalam penyampainya menekankan kepada seluruh perangkat desa agar benar–benar mampu memberikan contoh sebagai pemimpin di tengah masyarakat sebagaimana hadis rasulullah SAW bahwa tiap–tiap kamu pemimpin nanti di akhirat kelak akan ditanyai tentang kepemimpinannya.
Walau bagaimanapun sebagai pemimpin sudah jelas akan di contoh masyarakatnya maka apabila kepemimpinanya lari dari tanggung jawab dan kebenaran maka yang dipimpinya itu pasti akan terkesan tidak mengikuti pimpinan tersebut.
Al ustad Abunawas Siregar mengharapkan kepada seluruh peserta pengajian agar menyisihkan sedikit rezeki yang diterima dari Allah untuk fakir miskin dan menyantuni anak yatim piatu khusunya di desa kita sehingga nantinya akan tercipta kepemimpinan yang mendapat ridha dari Allah SWT.
“Kita berharap kedepan bahwa Desa Jati Sari ini akan bisa menjadi contoh bagi seluruh desa yang ada di Kecamatan Padang Tualang baik dari segi administrasi maupun dari segi syariat islam,” katanya.
Tetapi yang terpenting, katanya, kita harus siap sebagai pendengar yang samiqna wa atoqna kami dengar dan kami patuhi dan apabila hal ini tidak dilaksanakan tentunya sama saja dengan kata pepatah arang habis besi binasa.
“Ingat rasulullah pernah mengatakan bahwa orang yang paling bodoh dan dungu di dunia ini adalah orang yang tidak tahu dan tidak mau tahu, sementara orang yang paling pintar ialah yang tidak tahu tapi mau tahu. Maka dalam setiap pengajian dan tausyiah apabila yang disampaikan itu benar kita harus siap melaksanakan dalam kehidupan sehari – hari serta kita siap melakukan perubahan ke arah yang lebih baik,” ujarnya. (POL/by)







