Padangsidimpuan, POL | Komandan Distrik Militer (Dandim), 0212/ Tapanuli Selatan, Letkol Inf. Rooy Chandra Sihombing S.I.P mengatakan, semua komponen bangsa dituntut untuk ikut berperan aktif dalam penanganan Covid 19 atau virus corona karena peran aktif itu merupakan wujud dari bela negara.
Dandim 0212/ TS, Letkol Inf. Rooy Chandra Sihombing, S.I.P mengemukakan hal itu pada acara Silaturrahmi yang digelar Kodim 0212/TS berserta seluruh jajaran dengan insan Pers atau awak media se-Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) yang merupakan wilayah kerja Kodim 0212/TS berlangsung di aula Markas Kodim 0212/TS jalan Imam Bonjol, Padangmatinggi, Kota Padangsidimpuan, (05/11/2020).
Dikatakan Dandim 0212/TS, acara silaturrami tersebut merupakan ajang komunikasi sosial dengan komponen bangsa khususnya kalangan media di wilayah Kodim 0212/TS yang terdiri dari Tapanuli Selatan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Kota Padangsidimpuan, Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta) dan Kabupaten Padanglawas (Palas).
“Saat ini negara terancam Covid 19 yang tidak terlihat dan korbannya sudah banyak. Untuk itu seluruh komponen bangsa harus ikut berperan serta dalam penanganan Covid 19 sebagai wujud bela negara,” kata Dandim 0212/TS, Letkol. Inf. Rooy Chandra dalam sepatah dua pada silaturrahm tersebut.
Pada acara yang juga dihadiri Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tabagsel, Sukri Falah Harahap S.Sos, itu, Rooy Chandra menambahkan, Undang-undang Dasar (UU ’45) menyebutkan setiap warga negara berhak dan wajib dalam upaya bela negara.
“Untuk itulah Kodim 0212/TS mengadakan silaturrahmi dengan mengundang seluruh wartawan dengan maksud menyampaikan harapan-harapan, khususnya kewajiban kita dalam mewujudkan bela negara. Tugas jurnalis atau pers menyampaikan komunikasi dan informasi kepada publik itu adalah wujud bela negara yang diperankan awak media,” katanya.
Ketua PWI Tabagsel, Sukri Falah Harahap S.Sos, yang turut memberikan sambuta pada acara silaturrahmi tersebut mengaku mendapat kehormatan, bahkan merasa terapresiasi, lantaran TNI AD ternyata mampu menjaga harmonisasi dengan kalangan pers di Tabagsel.
Sukri Falah mengatakan, selama ini dari tahun ke tahun hubungan komunikasi dan kerjasama antara TNI khususnya Kodim 0212/TS dengan awak media sungguh berjalan dengan baik. Wartawan di daerah ini selalu diberi arahan dari Kodim 0212/TS.
“Oleh sebab itu, harmonisasi ini diharapkan bisa dipertahankan, terlebih Letkol Inf. Rooy Chandra sudah terbiasa dalam berinteraksi dengan media di Tabagsel sejak menjabat Komandan Bataliyon Infantri 123/Rajawali sebelumnya. Untuk itu, terimakasih kepada Komandan Kodim 0212/TS yang telah menjaga kedaulatan NKRI di wilayah Tabagsel, yang antara lain melibatkan pers dalam prosesnya,” kata Sukri Falah yang terpilih menjadi Ketua PWI Tabagsel pada Konferensi PWI Tabagsel pada bulan Maret yang lalu itu.
Dia menyampaikan rasa syukurnya selama di bawah komando Letkol Inf. Rooy Chandra baik sebagai Danyon 123//Rajawali maupun sebagai Dandim 0212/TS tidak ada konflik yang terjadi antara pers dengan kalangan prajurit TNI-AD.
Sukri Falah mengakui, dalam pemberitaan yang beredar, kritik-kritik tajam terkadang menyasar kepada prajurit-prajurit Kodim 0212/TS. Tetapi sebagai salah seorang yang aktif di dunia jurnalistik dan memimpin organisasi wartawan, Sukri Falah menjelaskan fungsi pers sangat jelas diatur dalam UU No. 40 Tahun 1999.
“TNI punya Undang Undang, Polri punya Undang Undang, dan Pers juga punya Undang Undang. Nah, ini jangan menjadi saling bersentuhan yang terjadi secara negatif dan aplagi saling melecehkan. Bagi kami sebagai wartawan, TNI itu adalah pelindung kami,” kata Sukri Falah dengan tegas.
Terkait organisasi PWI, Sukri Falah mengatakan, saat ini terus berbenah terutama dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) kalangan jurnalis khusus anggota PWI melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang sudah berlangsung sejak tahun 2011.
Target yang diharapkan dari pelaksanaan UKW itu adalah seluruh pekerja pers memiliki kompetensi yang benar teruji dalam menyiarkan berita, khususnya wartawan yang sering memberitakan hal-hal yang terkait dengan Kodim 0212/TS sejak sekarang hingga di masa-masa mendatang.
“Banyak hal memang dalam apa yang ditemukan wartawan itu benar. Namun jika itu menyangkut pertimbangan yang lebih besar, khususnya terkait SARA dan keutuhan NKRI yang dapat menyulut provokasi, kiranya jangan dilanjutkan. Ini yang memang kita fokus,” ujarnya. (POL/balyan kn).







