Asahan, POL | Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Alumni STM/SMK (DPP GASSPEK) Pemda Kisaran kembali membuka donasi penggalangan dana untuk membantu Januar Syam Manurung (36) yang menderita cacat sebelah kakinya diamputasi akibat penyakit kanker.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum (Ketum) DPP GASSPEK, Andi Tri Darma di hadapan puluhan alumni STM/SMK Pemda Kisaran yang hadir dalam acara reuni yang digelar di rumah Sekretaris Umum (Sekum) Buyung Batubara, Jalan Gabus Lingkungan I Sidomukti Kisaran, Minggu (10/1/2021).
Lanjut kata Andi TD, pada acara reuni ini GASSPEK akan menyerahkan bantuan kepada Hendra (43) alumni STM/SMK Tahun 1998/99 yang menderita cacat/lumpuh seumur hidup akibat kecelakaan lalulintas pada 22 tahun yang lalu sepulang dari sekolah.
“Alhamdulilah kita telah berhasil menghimpun donasi dana untuk membantu Hendra yang hari ini akan kita serahkan dihadapan kita semua,” cetus Andi TD.
Melalui forum reuni ini ketua DPP GASSPEK Andi TD menyampaikan pengumuman bahwa ada saudara kita dari Alumni 2002/03 jurusan Otomotif bernama Januar Syam Manurung juga mengalami cacat semur hidup, salah satu kakinya (kiri) diamputasi akibat penyakit kanker yang diderita sebelumnya.
“Saya menghimbau kepada bapak, ibu, saudara saudari seluruh tingkatan tahun alumni STM/SMK Pemda Kisaran mari kita bantu saudara kita Januar Syam Manurung tanpa memandang alumni tahun tingkatan. Beliau sangat mengharapkan uluran tangan dari kita untuk membantu dirinya bisa memiliki sebuah kaki palsu,” ujarnya
Lewat Sosmed (sosial media), grup WhassAp, dan grup FB, DPP GASSPEK Pemda Kisaran mengetuk hati seluruh semua tahun Alumni STM/SMK Pemda Kisaran untuk dapat menyisikan sebagian dari reskinya membantu kaki palsu Januar Syah Manurung dengan langsung transfer ke DPP GASSPEK bank BNI dengan no. Rekening 8605-13-000002-70-98.
Secara terpisah Januar Syam Manurung yang ditemui awak media di tengah acara reuni teesebut menceritakan awal kakinya diamputasi akibat penyakit kanker yang dideritanya sejak duduk di bangku SD, namun baru diamputasi tanggal 11 Pebruari 2019.
Mirisnya lagi, setelah Januar Syam Manurung kakinya diamputasi dan mengalami cacat seumur hidup sehingga tidak dapat lagi mencari nafkah sehari-hari sebagai supir, istrinya meninggalkannya dengan membawa dua orang anaknya yang masih berusia 11 tahun dan 6,5 tahun.
“Kami memang pisah pak tapi belum putus (cerai Pengadilan Agama, red),“ terang anak kedua dari 4 bersaudara pasangan Julfan Efendi Manurung dengan Rubiani (almarhumah) yang sebelumnya beralamat di Desa Buntu Pane dan saat ini tinggal Dusun I Desa Karang Baru, Kecamatan Datok Tanah Datar, Kabupaten Batubara. (POL/PAI)






