• Redaksi
  • Hubungi Kami
Selasa, 23 Juni 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Daerah

Galian C ilegal Marak, Gabungan LSM di Toba akan Berunjuk Rasa

Editor: Editor
Rabu, 31 Januari 2024
Kanal: Daerah

Editor:Editor

Rabu, 31 Januari 2024
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Toba, POL | Gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) akan melakukan aksi Unjuk rasa dalam waktu dekat terkait maraknya galian C Illegal di Kabupaten Toba Provinsi Sumatera Utara.

Hal tersebut dikatakan Anry Sirait Ketua DPC LSM WGAB Kabupaten Toba kepada mefia, Rabu (31/1/2024).

Menurut anry kegiatan kegiatan galian C di Toba sudah sangat meresahkan masyarakat karena sudah sangat merusak lingkungan hidup.

Anry menambahkan, para pengusaha galian tidak peduli dengan lingkungan, truk-truk pengangkut batu, pasir dan tanah timbun bebas melintas di jalinsum tanpa merasa berdosa

“Abu dari material yang mereka angkut beterbangan sepanjang jalan yang sangat mengganggu pengguna jalan,” sebutnya.

Anry menambahkan mereka dari Gabungan LSM di Toba akan unjuk rasa dalam waktu dekat mendesak pemerintah untuk menutup galian galian C Illegal yang marak di Kabupaten Toba.

“Sedikitnya ada lima Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) yang bergabung mendesak pemerintah untuk menutup galian C Illegal di Toba, diantaranya Tamperak, WGAB, Aliansi Toba Melawan (ATM), Katulistiwa Sumatera Utara, Gerakan Nawacita Rakyat Indonesia (GNRI),” sebut Anry.

Senada dengan Anry, warga masyarakat Uluan yang tidak mau disebutkan namanya, mendesak Kapolres Toba untuk menangkap para pengusaha illegal, jangan kami orang orang kecil ini yang ditangkap dan dipenjarakan sementara orang orang besar yang mencari kekayaan dibiarkan sementara kami hanya untuk mengisi perut di tangkap sebutnya.

Kata dia, kami menggunakan alat seadanya mencongkel batu hanya untuk menghidupi keluarga, teman teman kami sudah banyak yang ditangkap dan dipenjara, kapal kapal kami sudah membusuk ditepian Danau Toba, sementara orang orang besar menggunakan alat berat dibiarkan beroperasi tambahnya. (Sogar)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Tags: Berunjuk RasaGabungan LSMGalian C IlegalToba
Berita sebelumnya

Bupati Tapsel dan Forkopimda Sambut Kedatangan Pj. Gubernur Sumut 

Berita selanjutnya

Bobby Nasution: Siapa Pun Terpilih, Medan Harus Tetap Adem Tanpa Perpecahan

TERBARU

Komisi III DPRD Medan Tagih Tanggung Jawab PLN atas Pemadaman Total

Selasa, 23 Juni 2026

Di DPRD Medan, Rico Waas Paparkan Strategi Efisiensi APBD 2025: Tanpa Utang, Fokus Banjir dan Digitalisasi PAD

Senin, 22 Juni 2026

Pemkab Labuhanbatu Berkomitmen Penuh Sukseskan Program Strategis Nasional Presiden Prabowo

Senin, 22 Juni 2026
perjuanganonline.com

  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd