Bupati Taput Pimpin Rakor Forkopimda Penanganan Covid-19, BLT Dana Desa Rp 50 M Lebih dan Sembako 8.500 Paket dari APBD

Taput, POL | Sebanyak Rp 50 miliar lebih Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa dan 8.500 paket Sembako dari APBD Taput dibagikan kepada warga.

Hal diatas disampaikan Bupati Taput pati Nikson Nababan yang didampingi Sekda Indra Sahat Simaremare, Jumat (22/05/20202) saat memimpin Rapat Kordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terkait tindak lanjut Penangangan Penyebaran COVID-19 di Kabupaten Tapanuli Utara.

Rakor yang berlangsung  di Sopo Rakyat  rumah dinas Bupati, Tarutung, dihadiri  Ketua DPRD Poltak Pakpahan, Wakil Bupati Sarlandy Hutabarat, Dandim 0210/TU Rony Agus Widodo, Kajari Tatang Darmi, Wakapolres Taput Mukmin Rambe dan juga dihadiri Asisten I Parsaoran Hutagalung serta beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah.

Bupati Nikson menjelaskan, BLT dari Kemensos sebesar Rp 600 rbu untuk tiga bulan April, Mei, Juni (Rp 1,8 juta) per KK dan sudah mencapai 20 ribu yang sudah dibagi lewat Kantor Pos. Selain dari Kemensos, Pemkab Taput juga membagi BLT sebesar Rp 50.135.400.000 bersumber dari Dana Desa sebesar Rp 600 ribu untuk 2 bulan (Rp 1,2 juta) per KK. Yang sudah dibagi Rp 1.341.600.000 untuk 2.236 KK di 31 Desa. Juga Pemkab Taput membagi 8.500 paket Sembako dari APBD Taput.

Demi Kenyamanan Bersama

Tentang perkembangan terakhir kondisi penyebaran COVID-19 bahwa 2 hari lalu bertambah lagi 2 pasien positif Corona. Kita perlu mengambil langkah-langkah lebih ketat lagi, termasuk apabila ada hasil Rapid test dari tracing yang dilakukan adalah reaktif maka yang bersangkutan wajib isolasi di RSU. Kita harus paham bahwa pelaksanaan tracing seperti ini susah dilakukan. Kita juga berharap  TNI/Polri turut mengawasi warga yang ditracing tersebut demi kenyamanan bersama”,ujar Nikson .

Bupati bersama Forkopimda juga membahas terkait penyaluran berbagai bantuan sosial dari Pemerintah Pusat, Pemprovsu dan Pemkab Taput.

Juga disaampaikan Nikson tentang pembangunan ruang operasi khusus pasien Reaktif dan positif COVID-19, Poliklinik Rawat Jalan di RSUD Tarutung sudah berjalan seperti semula sejak tanggal 12 Mei lalu.

Peserta rapat memberikan masukan terkait beberapa langkah yang perlu dilakukan sebagai bentuk ketegasan agar masyarakat tetap melaksanakan imbauan terutama hi dari kerumunan dan wajib pakai masker.

“Disiplin masyarakat masih sangat jauh dari yang diharapkan, dikhawatirkan dapat mengakibatkan penyebaran virus Corona semakin tidak terkendali. Kegiatan validasi data penerima bantuan yang melibatkan TNI dan Polri harus dengan suatu legalitas yang sah, sehingga transparansi yang kita lakukan ini akan mampu memberikan kepercayaan masyarakat” ,kata  Dandim 0210/TU Rony Agus Widodo.

Wakapolres menyampaikan masukan dari Kapolres Taput Jonner Samosir bahwa sebaiknya pelaksanaan Takbiran dan Sholat Id di rumah saja.

“Polres Taput bersama Kodim dan Satpol PP akan tetap melaksanakan razia kerumunan masyarakat di lapo-lapo. Ini masih aktif dilakukan namun kesadaran masyarakat masih kurang perduli”, tamvah Wakapolres Mukmin Rambe.

Usai diskusi bersama, disepakati bahwa Rakor selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 29 Mei untuk menentukan masa tanggap darurat.

“Kita sepakati bersama  agar pelaksanaan Ibadah dilaksanakan di rumah saja sampai dengan masa tanggap darurat yang telah kita tetapkan. Kita juga sepakati langkah tegas dalam membubarkan kerumunan masyarakat, pengawasan di Pasar agar semua pengunjung pasar wajib pakai sarung tangan dan masker, tetap melakukan sosialisasi himbauan ini, bila perlu kita siapkan sanksi bagi yang melanggar”, ujar Bupati Nikson.

Kita juga perlu bersama-sama antisipasi keresahan yang disebarkan melalui medsos yang dapat menimbulkan ketidak nyamanan ditengah masyarakat.

Finalisasi penyempurnaan data Kemensos dilakukan dengan koordinasi penuh yang melibatkan Babinsa dan Babinkamtibma. Kita tetap upayakan percepatan penyaluran segala bentuk program Bantuan Sosial dari Pemerintah termasuk dari Dana Desa”,  ujar Bupati Nikson.

Pada Rakor  tersebut diinformasikan terkait penyaluran berbagai Bansos, antara lain: BST Kemensos sebanyak 22.231 KK dan yang sudah tersalur sekitar 20.000 KK pada bulan April lalu.

Bansos Pemprovsu sesuai DTKS sebanyak 27.237 KK sebesar Rp. 6.128.325.000,- disalurkan melalui 113 e-warung dan sudah launching 2 hari lalu pada 4 desa.

BLT Dana Desa yang sudah melalui Mudemus dengan perkiraan anggaran Rp. 50.135.400.000,- sampai dengan hari ini sudah tersalurkan sebesar Rp. 1.341.600.000,- di 31 Desa kepada 2.236 KK.

Bantuan Sembako bersumber dari APBD Kabupaten, lebih dari 8.500 paket.

BLT masyarakat miskin di 11 Kelurahan se-Taput kepada pekerja sektor informal/harian dan individu/masyarakat lainnya yang memiliki resiko sosial terdampak pandemi covid-19  dengan ketentuan,  bukan penerima Bansos Pemerintah, bukan PNS, TNI-Polri, Pensiunan, Pegawai BUMM/BUMD dan bantuan juga diberikan kepada masyarakat miskin tinggal di Taput namun bukan KTP Taput. (POL/BIN)

Berikan Komentar:
Exit mobile version