• Redaksi
  • Hubungi Kami
Jumat, 27 Maret 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Daerah

BUPATI TAPUT DIMINTA SEGERA COPOT KADIS PERTANIAN

Kinerja Lemah dan Jarang Masuk Kantor, Aneh Tetap Terima TTP

Editor: Editor
Senin, 5 Juli 2021
Kanal: Daerah

Editor:Editor

Senin, 5 Juli 2021
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Tarutung, POL | Dari sekian banyak Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di jajaran  Pemkab Taput, salah satu diantaranya  Kadis Pertanian Ir.Sondang Erikson Yosua Pasaribu, MSi tergolong  kinerja nya  lemah. Selain itu jarang masuk kantor, namun anehnya tetap menerima Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) penuh setiap bulan. Hal ini jelas bertentangan dengan Peraturan Bupati (Perbup) Taput Nomor 04 Tahun 2021.

Mengingat salah satu visi-misi Bupati Drs.Nikson Nababan,MSi untuk menciptakan Taput sebagai lumbung pangan dikhawatirkan tidak terwujud. Guna memacu sisa waktu yang tinggal separoh jalan, diperlukan tindakan tegas untuk mengevaluasi kinerja para Pimpinan OPD. “Jika memang kinerjanya lemah dan jarang masuk kantor, Bupati Nikson Nababan diminta segera copot jabatan Kadis Pertanian SEY Pasaribu”, ujar anggota DPRD Taput Tombang Marbun kepada media ini, Jumat (02/07/2021).

Seperti diketahui, pelantikan Nikson Nababan untuk periode kedua dilaksanakan tanggal 23 April 2019. Ini sudah pertengahan masa jabatan, namun sektor Pertanian di Taput terkesan masih jalan di tempat. Dan tercium aroma busuk saat ini sedang terjadi  di Dinas Pertanian. Kita sesalkan kinerja SEY kurang memahami semangat dan program Bupati Nikson Nababan begitu menggebu-gebu untuk memacu  pembangunan  Taput, tetapi tidak disertai kinerja SEY. “Guna memacu semangat kerja Pimpinan OPD, khususnya untuk mengejar terwujudnya visi-misi Pemkab Taput, diminta agar Bupati Nikson Nababan segera mencopot jabatan SEY”, kata Tombang Marbun.

Tokoh masyarakat Taput Harri Tobing (Hartob) saat dihubungi, Sabtu (03/07/2021) sependapat dengan Tombang Marbun. “Kita prihatin kenapa kinerja SEY tidak selaras dengan semangat kerja Bupati Nikson”, tanya Hartob.

Salah satu lemahnya kinerja Kadis Pertanian SEY tentang langkanya ternak babi di Taput membuat harga sekilo daging babi mencapai Rp120-Rp130 ribu di pasar. “Jika dilakukan pembelian  bibit ternak babi secara besar-besaran, maka kebutuhan masyarakat terpenuhi dan harga daging babi tidak menjulang tinggi. “Tentang lemahnya kinerja Kadis Pertanian SEY yang lain belum kita bongkar”, ujar Hartob yang dikenal pelatih bela diri karate itu.

Langgar Perbup No.04

Selain lemahnya kinerja SEY yang disorot masyarakat, juga Kadis yang memimpin OPD/Dinas tipe A ini tergolong kurang disiplin dan jarang masuk kantor. Namun sangat disesalkan para staf di Dinas Pertanian dan Dinas lainnya yang mengetahui jarangnya SEY masuk kantor, kenapa bisa menerima TTP secara penuh setiap bulan.

Seperti tanda bukti akurat, saat media ini melakukan investigasi dua hari ber turut-turut ke kantor Dinas Pertanian Taput, Kamis (01/07/2021) dan Jumat (02/07/2021), hingga pukul 15.45 daftar absensi pejabat dan staf di Dinas Pertanian Taput jelas nama Ir. SEY Pasaribu, MSi jabatan Kepala Dinas tampak belum ditanda tangani (lihat foto). Jarang nya seorang Kepala Dinas masuk kantor, jelas tidak membina disiplin para staf serta dapat menimbulkan kecemburuan sosial karena menerima TTP secara utuh setiap bulan berjumlah Rp 9.240.000, serta kurang menghargai kepercayaan yang diberikan oleh Bupati Nikson Nababan.

Sebagaimana tercantum  dalam Perbup Taput Nomor 04 Tahun 2021  jelas diatur syarat  pemberian TTP pada pasal 7 ayat (1) diberikan berdasarkan indikator kehadiran dan indikator capaian kinerja dalam satu masa penilaian (satu bulan). Pada ayat (2) disebutkan, indikator kehadiran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan atas tingkat kehadiran pegawai dalam melaksanakan tugas setiap hari, berdasarkan prestasi atau daftar hadir yang dihitung secara kumulatif dalam satu masa penilaian (satu bulan).

Dalam pasal 08 dijelaskan pemotongan TTP dilakukan terhadap (a) Pegawai yang tidak membuat laporan kinerja bulanan, (b) Pegawai yang terlambat masuk kerja, (c) Pegawai yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah.

Malasnya SEY masuk kantor menjadi perbincangan hangat di kalangan pejabat eselon dua (Pimpinan OPD) lainnya serta di kalangan staf  yang ada di Pemkab Taput. Seperti diamati media ini, kehadiran SEY di kantor  jauh berbeda dengan pejabat Pimpinan OPD lainnya.

Namun pejabat yang satu ini memang “lihai”. Saat mengajukan usul pencairan TTP , SEY menanda tangani absen sekaligus setiap bulannya. Perbuatan ini kurang mendidik terhadap para staf.

Saat dikonfirmasi media ini selama seminggu lebih tidak berhasil bertemu dengan Kadis Pertanian SEY Pasaribu. Ketika media ini mencoba mengajukan pertanyaan, Kabag Sarana Prasarana Revansius mengatakan agar menghubungi Kadisnya. Saat dihubungi nomor WA yang diberikan Revansius, tetap juga hp SEY tidak aktif. Juga nomor hp nya yang lain tidak aktif. “Berbeda dengan Bupati Nikson Nababan yang sangat komunikatif jika sewaktu -waktu dihubungi malam hari sehingga keluhan  masyarakat langsung diakomodir”, ucap Hartob.

Jika sudah kinerjanya lemah dan jarang masuk kantor, serta berani melanggar Perbup untuk apa lagi Bupati Nikson Nababan mempertahankan jabatan seorang Kepala Dinas seperti SEY. Masih banyak figur pejabat yang  mempunyai semangat kerja yang tinggi dan berkelakuan baik. Copot saja jabatan Kadis Pertanian SEY. Mutasi dan pencopotan perlu dilakukan. Tidak hanya jabatan Asisten III dan Kabag Hukum yang perlu dicopot, tetapi juga bagi pejabat seperti Kadis Pertanian. “Tindakan tegas demi menjaga marwah Pemkab Taput sangat dibutuhkan, guna penyegaran serta seorang pejabat harus  loyal terhadap Pimpinan  dan berdisiplin”, ujar Tombang Marbun memberikan masukan positif kepada Bupati Nikson Nababan. (POL/BIN)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Tags: Bupati TaputJarang Masuk KantorKadis PertanianKinerja LemahSEGERA COPOT
Berita sebelumnya

Ratusan ASN Pemkab Sergai Berbelanja di Pasar Rakyat

Berita selanjutnya

F-HPP DPRD Medan Pertanyakan Upaya Pemko Budayakan Olahraga

TERBARU

Wali Kota Medan Targetkan Perbaikan Total 31 Faskes Dalam Waktu Dekat, 3 di antaranya Dibangun Ulang

Kamis, 26 Maret 2026
Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan menghadiri Halal Bihalal Pemkab Deli Serdang, Rabu (25/3/2026). Momentum halal bihalal tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pascaIdulfitri, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah, mitra, dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun Deli Serdang yang lebih baik. (Daniel Ginting)

Halal Bihalal Pemkab Deli Serdang Perkuat Sinergi Pemerintah, Mitra dan Masyarakat

Kamis, 26 Maret 2026
Ruang Tunggu Polres Toba. (IST)

Pembangunan Ruang Tunggu Polres Toba Melewati Kontrak

Kamis, 26 Maret 2026
perjuanganonline.com

  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd