Bupati Sergai Resmikan Kampung Budaya Jawa

Sergai, POL | Bupati Serdang Bedagai Ir H Soekirman meresmikan Kampung Budaya Jawa di Kampung Ibus Desa Sei Rampah Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Sergai, Kamis (14/11/2019).

Turut hadir, perwakilan Dinas Sosial Provsu Kasi Korban Bencana Sosial Muntasyah, perwakilan Forkompimda, para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Camat Sei Rampah Nasaruddin Nasution beserta Muspika, Tokoh Pemekaran H. OK David Purba, Kepala Desa, Tokoh adat dan budaya, tokoh masyarakat, ormas, paguyuban Temu Kangen Bedah Budaya serta Sinar Budaya, dan ratusan masyarakat sekitar.

Kadis Pora Parbud Sudarno SSos MSi dalam laporannya menyampaikan, kegiatan ini bertujuan melestarikan budaya khususnya budaya Jawa di Kabupaten Sergai. Dalam pelaksanaannya telah dilakukan beberapa kegiatan guna pembentukan Kampung Budaya Jawa di Kampung Ibus Desa Sei Rampah yakni, peninjauan lokasi Kampung Ibus guna ditetapkan sebagai Kampung Budaya, disusul pembentukan Struktur Kampung Budaya Jawa, penyerahan bibit tanaman buah dan apotik hidup, penyerahan bantuan pakaian adat, pembuatan gapura Kampung Budaya Jawa.

Tokoh Masyarakat Jawa Misnan mengaku bangga dan kehormatan atas dipilihnya Kampung Ibus ini sebagai Kampung Budaya Jawa yang pertama di Kabupaten Sergai. Secara sejarah, suku Jawa pertama kali menginjakkan kakinya di Kabupaten Sergai ini dimasa Kerajaan Melayu sekitar tahun 1908 yang lalu.

Ucapan terimakasih kepada Bupati-Wabup dan Pemerintahan Kabupaten Sergai yang telah memperhatikan sarana infrastruktur jalan dalam rangka mempersiapkan terbentuknya Kampung Ibus sebagai Kampung Budaya serta kepada seluruh masyarakat Kampung Ibus yang telah bergotongroyong mempersiapkan segalanya hingga terlaksananya kegiatan ini

Bupati Sergai Ir H Soekirman menyampaikan,  Sergai saat ini memiliki jargon ataupun kampanye “Pataya” yaitu Pangan, Pertanian dan Budaya yang harus diingat khususnya kaum muda. Dalam hal Pangan, karena kita hidup harus makan, kita kerja untuk mendapatkan makanan. Saya ingat pada tahun 1989 lalu saya telah membantu daerah ini membenahi saluran irigasi agar masyarakat desa ini dapat mudah dalam mendapatkan pengairan lahan pertanian.

Dalam hal Pariwisata, beberapa waktu  lalu Bupati bertemu Pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dipertemukan dengan bintang film nasional. Dalam pertemuan itu dibahas kemungkinan pembuatan film layar lebar yang berlokasi di Kabupaten Sergai.

“Jika hal ini terwujud, tentu daerah kita ini akan terkenal menjadi objek wisata seluruh Indonesia akan menonton. Hal ini menjadi tanda-tandanya bahwa Serdang Bedagai ini akan terkenal, dan semuanya diawali di Kampung Ibus ini,” ujarnya.

Ada 10 upaya melestarikan keunggulan budaya-budaya sesuai UU Nomor 5 Tahun 2017 antara lain, yaitu lisan (kata-kata), manuskrip (naskah-naskah kuno), adat, ritus (cara beribadah), pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat seperti gobak sodor, patok lele, serta lainnya dan yang terakhir olahraga tradisional yang diharapkan di Kampung Ibus ini akan hidup sebab karena disini banyak tokoh dan anak-anak muda yang potensinya sangat luar biasa.

Bupati Soekirman pada kesempatan tersebut menyampaikan rasa terima kasih kepada Kementerian Sosial RI yang telah memberikan bantuan kostum wayang orang guna mendukung upaya menumbuhkan kembali pelestarian budaya khususnya wayang orang yang telah semakin sulit ditemui di Sumut. (POL/PANE)

Berikan Komentar:
Exit mobile version