Tarutung, POL | Bupati Drs.Nikson Nababan, MSi mengharapkan tahun depan Kabupaten Tapanuli Utara bebas stunting.
Kepada Kadis Kesehatan Taput beserta seluruh jajaran nya di tingkat Puskesmas dan Pustu untuk bekerja keras guna mengantisipasi penyakit stunting sehingga tahun depan Taput menjadi zero stunting . “Dimulai bulan November ini mulai lakukan kampanye sampai ke Desa dan Dusun. Jangan sampai obat kosong ,dan tetap sediakan stok obat”, ujar Nikson serius.
Harapan Bupati Nikson tersebut disampaikan nya dalam sambutan nya pada pembukaan kampanye Remaja putri (rematri) dan wanita usia subur/ibu hamil dalam pencegahan stunting di Kabupaten Tapanuli Utara, Selasa (16/11-2021).
Kepada Rematri, wanita usia muda dan ibu hamil Bupati Nikson Nababan meminta agar menjadi duta-duta Taput yang berada di garda terdepan untuk memerangi penyakit stunting.
Secara khusus kepada Kadis Kesehatan Taput Alex GP Gultom,SKM,MKM diminta agar menyurati seluruh Kepala Puskesmas dan Pustu untuk menanami Tanaman Obat Keluarga (Toga) disekeliling Puskesmas dan Pustu. Toga dimaksud antara lain yang sifatnya alamiah seperti daun kelor,bangun-bangun,singkong dan sejenis nya. “Jika mulai proses kehamilan hingga kelahiran si anak sehat-sehat, maka kelak Taput menjadi hebat. Dan jika anak laki-laki yang lahir maka para ibu agar membuat anaknya bernama Nikson”, ujar Bupati Taput itu yang disambut tempik sorai peserta khususnya ibu hamil.
Tablet Tambah Darah
Pembukaan kampanye yang digelar di depan menara lonceng simpang empat kota Tarutung itu ditandai dengan pemberian tablet tambah darah (TTD) kepada Rematri, wanita usia subur dan ibu hamil.
Kadis Kesehatan Taput Alex GP Gultom, SKM, MKM dalam laporannya menyebutkan kampanye tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terutama Rematri, wanita usia subur dan wanita hamil tentang pentingnya konsumen suplementasi tablet tambah darah (TTD) sebagai salah satu bentuk intervensi dalam pencegahan stunting di Taput,
TTD adalah suplemen yang mengandung zat besi berupa mineral yang dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah (hemoglobin) yang berfungsi sebagai alat angkut Oksigen dari paru-paru ke jaringan, sebagai alat angkut eletron pada metabolisme energi dan sebagai enzim pembentuk kekebalan tubuh dan sebagai pelarut obat-obatan yang dibutuhkan oleh Rematri dan ibu hamil.
Alex menambahkan, kekurangan zat besi akan menyebabkan anemia yang ditandai dengan kadar hemoglobin dan sel darah merah (eritrosit) lebih rendah dibandingkan normal.
Sedangkan anemia adalah penyakit kurang darah yang disebabkan kehilangan darah yang banyak karena menstruasi pada Rematri atau perempuan. Pada ibu hamil kebutuhan zat besi meningkat untuk memenuhi kebutuhan janin agar bertumbuh dengan baik.
Alex menambahkan, pada puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-57 Tahun 2021 untuk Tingkat Sumut, Kabupaten Tapanuli Utara mendapat penghargaan sebagai Kabupaten memiliki inovasi, kreasi atau praktek baik dalam dukungan Pemda atau Bupati untuk program gizi terutama stunting.
Pada pembukaan kampanye tersebut, Kadis Kesehatan Alex juga didampingi para staf antara lain Diantar Lumban Raja, Saroha Nababan dan lainnya.
Ketua Yayasan Parade Guru Martua Situmorang yang hadir pada pembukaan kampanye tersebut mengapresiasi kepedulian Bupati Nikson Nababan untuk menciptakan Taput Hebat yang diantaranya program bebas stunting.
“Benar itu apa yang dikatakan Bupati, jika anak Taput mulai dari kecil sehat dan bebas stunting,maka kelak Taput menjadi hebat”, ujar Martua Situmorang. (POL/BIN)







