Bandung, POL | Menindaklanjuti pergantian nama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang resmi menjadi Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), Plh. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Deden Saepul Hidayat mengatakan, Disdik Jabar akan mempelajari esensi perubahaan tersebut.
“Saat ini sedang tahap sosialiasi PPDB berganti menjadi SPMB, kita dalami dulu esensi perubahaan ini. Mudah-mudahan tidak hanya ganti casing saja, tapi ada beberapa poin untuk memberikan pelayanan penerimaan murid baru yang berkeadilan,” ungkapnya saat ditemui di SMAN 3 Bandung, Senin lalu.
Ia berharap, aturan teknis SPMB dapat diserahkan sepenuhnya kepada daerah karena dinamika di lapangan yang berbeda di setiap daerah.
“Misalnya di SMAN 3 Bandung ini, mau (persentase) penerimaan siswa berprestasi lebih banyak, nah kami ingin ini diserahkan daerah karena yang lebih tahu kondisi di lapangannya itu daerah (melalui sekolah). Tapi, sampai hari ini pemerintah tetap menggunakan (menentukan) proporsi persentase (tiap jalur) di tingkat kementerian” katanya.
Sehingga, lanjutnya, saat ini Disdik Jabar masih mempelajari dan akan melaksanakan aturan yang ada dan yang akan ditetapkan nantinya.
Sementara itu, menanggapi digelarnya Edupassion 2025 “Vidjagarana”, Plh. Kadisdik mengatakan, kegiatan ini penting bagi siswa untuk memberikan pemahaman agar peserta didik paham pilihan masa depannya untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.
“Anak-anak bisa melihat dan paham dari awal itu penting dalam rangka memilih jurusan atau karier ke depan,” tuturnya.
Ia berharap, setelah menyelesaikan pendidikan di pendidikan tinggi, para siswa mampu memanfaatkan ilmunya untuk berkontribusi pada pembangunan di Jabar.
“Pak Gubernur terpilih sedang menyiapkan program beasiswa, nanti akan disiapkan untuk mahasiswa dari jurusan-jurusan yang dibutuhkan 5 tahun ke depan untuk pembangunan Jabar,” imbuhnya.
Sedangkan Plt. Kepala SMAN 3 Bandung, Heru Ekowati menuturkan, kegiatan tahunan ini diharapkan mampu dimanfaatkan oleh siswa untuk memperluas wawasan tentang pendidikan tinggi.
“Manfaatkan informasi agar pengetahuan juga bertambah luas, bukan hanya tentang memilih ITB atau Unpad,” katanya.
Ia pun berharap, para siswa mampu masuk ke perguruan tinggi yang sesuai harapan. “Bukan hanya mengarahkan sesuai dengan yang mereka mau, tapi juga menyampaikan potensi atas pilihannya,” ujarnya.
Kegiatan ini pun menghadirkan narasumber Rektor Institut Teknologi Bandung, Prof. Tatacipta Dirgantara pada gelar wicara yang merupakan rangkaian kegiatan Edupassion 2025. (Har)







