• Redaksi
  • Hubungi Kami
Selasa, 17 Maret 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Nasional

Tahun 2023, Depok Dinobatkan Kota Paling Intoleran di Indonesia

Editor: Suganda
Rabu, 31 Januari 2024
Kanal: Nasional

Editor:Suganda

Rabu, 31 Januari 2024
Kota Depok.

Kota Depok.

Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Jakarta, POL | Kota Depok kembali memperoleh skor toleransi rendah. Kota Depok menduduki peringkat ke-94 atau paling bawah dalam laporan IKT 2023 itu.

Berdasarkan indeks kota toleran Setara Institute, tahun 2023, Kota Depok, Jawa Barat, memperoleh skor 4,010. Hal itu menurun dibanding tahun sebelumnya, yakni Kota Depok menduduki peringkat ke-93.

Berikut ini ranking dan skor 10 terbawah kota intoleran yang dipaparkan Setara Institute, Selasa (30/1/2024):

85. Sabang, Aceh
86. Bandar Lampung, Lampung
87. Palembang, Sumatera Selatan
88. Pekan Baru, Riau
89. Mataram, Nusa Tenggara Barat
90. Lhokseumawe, Aceh
91. Padang
92. Banda Aceh, Aceh
93. Cilegon, Banten
94. Depok, Jawa Barat

Setara menjelaskan, pada IKT 2022, zona 10 kota terendah berada pada rata-rata skor 4,17. Skor tersebut naik pada IKT 2023 menjadi 4,33. Dengan kata lain, Setara menilai 10 kota terbawah itu mulai berbenah.

Dalam penelitiannya, Setara menetapkan empat variabel dengan 8 indikator. Adapun variabel yang dipakai antara lain, regulasi pemerintah, regulasi sosial, tindakan pemerintah, dan demografi sosio keagamaan.

Ketua Badan Pengurus Setara Institute, Ismail Hasani, mengatakan toleransi menjadi salah satu bentuk keamanan nasional. Maka, katanya, jika suatu daerah intoleransi, keamanan daerah tersebut akan terancam.

“Toleransi menjadi salah satu bentuk ancaman keamanan nasional,” kata Ismail saat memaparkan IKT 2023, Selasa (30/1).

“Maka dia kalau toleransinya tidak bagus maka ancaman keamanan akan meningkat,” lanjutnya.

Lebih lanjut, ia mendesak pemerintah provinsi agar turut mendukung toleransi di setiap daerah di Indonesia. Hal itu untuk meningkatkan toleransi di Indonesia di masa mendatang.

“Kita juga mendesak pemerintah di tingkat provinsi, maka obsesi kita untuk mencapai Indonesia yang lebih toleran di masa kini dan yang akan datang semakin cepat,” pungkasnya.  (DT)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Berita sebelumnya

Menang Gugatan Praperadilan, Eks Wamenkumham Eddy Hiariej Tak Lagi Tersangka

Berita selanjutnya

Rumah di Panombean Panei Simalungun Terbakar, Pemilik Curiga

TERBARU

Buka Puasa Bersama Insan Media dan Ormas, Rico Waas Ajak Perkuat Persatuan dan Soliditas Kota Medan

Senin, 16 Maret 2026

Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita Membuka Ruang Saran dan Masukan Maupun Aspirasi Masyarakat

Minggu, 15 Maret 2026

Rico Waas Hadiri Silaturahmi Menko Polkam, Bahas Kondisi Sosial Sumut

Minggu, 15 Maret 2026
perjuanganonline.com

  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd