Medan, POL | Kinerja Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sumatera Utara yang baru pertama kali menerapkan aplikasi berbasis digital mendapat apresiasi dari banyak pihak.
Seperti diakui Pj Sekda Pemprov Sumut, H. Afifi Lubis, SH mengutarakan kebanggannya atas kinerja BPKAD Sumut yang dinakhodai Dr.M.Ismael P.Sinaga,MSi membuat berbagai aplikasi digital untuk memudahkan mendapat informasi dan pelayanan publik di provinsi ini .
Bahkan Pj Sekda Provsu menyambut baik pelaksanaan refleksi akhir tahun 2021 yang digelar BPKAD Provsu sebagai cerminan diri dan evaluasi untuk program kerja berikutnya, di hadapan para insan pers, akademisi dan para stakeholder.
Pj Sekda Sumut mengutarakan hal itu dalam sambutan nya saat membuka acara “Refleksi Akhir Tahun 2021 Badan Pengelolaan dan Aset Daerah Provinsi Sumatera Utara”, Selasa (28/12/2021) di Aula Bank Sumut Lantai 10 Gedung Bank Sumut Jalan Imam Bonjol Medan.
Acara tersebut dirangkai dengan diskusi dengan para nara sumber Kepala badan BPKAD Provsu, Dr. M.Ismael P. Sinaga M.Si, Ketua PWI Sumut H. Farianda Putra Sinik, SE, dan akademisi Dr. M. Fikri Ramadhana serta DR.H.M.Joharis Lubis, MM, M.Pd
Lebih lanjut Pj Sekda Provsu mengatakan era saat ini merupakan era digitalisasi yang harus dimanfaatkan dalam mendukung kinerja di lingkungan Provsu termasuk kinerja BPKAD Sumut. Aplikasi digital yang diterapkan sangat mendukung pelayanan kinerja keuangan dan aset daerah, termasuk juga menutup celah-celah pertemuan dalam mengantisipasi potensi korupsi.
Selain untuk memudahkan layanan, penggunaan aplikasi berbasis digital juga akan meminimalisir berbagai biaya yang timbul dalam pelayanan tersebut,
“Kita apresiasi BPKAD Provsu. Tahun ini kerja sudah maksimal. Pengesahan APBD 2022 tidak telat. Hasil audit BPK juga WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) yang sudah diperoleh tujuh tahun berturut-turut”, kata Pj Sekda Sumut itu.
Sebelumnya, dalam refleksi akhir tahun BPKAD Sumut tersebut, Kepala BPKAD Dr.M. Ismael P. Sinaga M.Si menyampaikan beberapa aplikasi layanan dalam pengelolaan keuangan dan aset daerah.
Beberapa aplikasi tersebut diantaranya yakni aplikasi SI ANAK DARA, SI PERJAKA dan beberapa aplikasi digital lainnya.
Dikerjakan Lebih Dini
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut Farianda Putra Sinik dalam diskusi tersebut memberikan masukan dan juga menyoroti penggunaan serapan APBD serta pembangunan infrastruktur di Sumut, yakni pengerjaan proyek di Sumut.
“PWI Sumut menyarankan agar setiap pengerjaan proyek dilakukan di atas bulan Juni setiap tahunnya. Lebih dini dikerjakan, itu lebih baik sehingga di lapangan tidak terburu-buru. Selain curah hujan tinggi di akhir tahun. Guna menjaga kualitas proyek, sebaiknya jangan dikerjakan terburu -buru. Ini penting juga guna mempercepat proses serapan anggaran”, kata Farianda.
Begitupun, Farianda Putra Sinik tetap memberikan apresiasi kepada BKAD Sumut yang berani menggelar refleksi akhir tahun 2021. Karena hal itu sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam keterbukaan informasi.
“Kami berharap pejabat harus terbuka informasi. Apalagi soal APBD, yang dikelola itu uang rakyat, maka rakyat harus tau,” kata Farianda.
Farianda berharap, kegiatan refleksi dan keterbukaan informasi bisa juga digelar oleh OPD kabupaten/kota lainnya. Begitu juga dengan penggunaan digitalisasi soal keuangan. Karena menurut Ketua PWI Sumut ini penggunaan digitalisasi akan mampu mendongkrak dan memaksimalkan perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD), ujar Farianda yang baru beberapa dilantik menjadi Ketua PWI Provsu. (POL/BIN)







