Samosir, POL | Wakil Bupati Samosir menandatanganani berita acara uji petik Penilaian Mandiri Kabupaten Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Samosir, Jumat (4/6/2021). Dalam hal ini Kabupaten Samosir ditetapkan sebagai kota kreatif pada Subsektor Seni Pertunjukan.
Dalam sambutannya, Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Hariyanto S. Sos, MM bahwa ekonomi kreatif merupakan bagian penting dalam perkembangan Danau Toba khususnya Samosir sebagai Destinasi Super Prioritas (DSP). Oleh karena itu diharapkan kepada seluruh stakeholders bertanggung jawab dalam kemajuan ekonomi kreatif dan pariwisata.
“Setelah kita lalui tahap pengusulan, penggalian, pemetaan dan verifikasi, akhirnya kita sepakati bahwa Samosir menjadi kabupaten kreatif subsektor seni pertunjukan. Ini kesempatan besar bagi Kabupaten Samosir untuk meningkatkan ekonomi kreatif dan pariwisata. Jadi, jangan disia-siakan,” ujar Hariyanto.
Lebih lanjut, dengan ditetapkannya Kabupaten Samosir sebagai kabupaten kreatif, tentu membuat pemerintah pusat berkewajiban dalam memberikan dukungan. Pemerintah pusat akan memfasilitasi kabupaten/kota kreatif untuk berjejaring di tingkat internasional.
Misalnya, masuk dalam jejaring Unesco Creative Cities Network, yang di dalamnya terdapat beberapa kota kreatif yang nantinya bisa berkolaborasi demi peningkatan kreativitas dan taraf ekonomi masyarakat.
“Seperti pesan Pak Menteri, bila inovasi, adaptasi dan kolaborasi benar-benar diterapkan, maka pariwisata lah yang paling cepat recovery bahkan akan go international”, terangnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Samosir Drs. Martua Sitanggang, MM menyampaikan untuk mencapai visi misi yang telah ditetapkan, hal yang paling perlu diterapkan adalah inovasi.
“Kalau hanya bekerja dengan menyelesaikan pekerjaan rutin saja, Kabupaten Samosir tidak akan berkembang. Namun perlu inovasi dari setiap pimpinan OPD dan seluruh pihak terkait dalam pembangunan ekonomi kreatif dan pariwisata,” tegas Wabup.
Dirinya meminta agar gencar membangun sinergitas, baik itu sesama OPD, maupun kepada para pelaku ekonomi kreatif, dan yang paling utama kepada Pemerintah Pusat.
“Peluang ini jangan disia-siakan, mari kita manfaatkan penetapan Danau Toba sebagai KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional) untuk meningkatkan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto),” tuturnya.
Selanjutnya Wakil Bupati Samosir, Martua Sitanggang juga mendorong para pelaku ekonomi kreatif subsektor kuliner untuk membuka usaha kuliner dengan menu makanan beragam, khususnya masakan nasional.
“Sebab, kita berkewajiban menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh wisatawan. Wisatawan yang datang ke Samosir kan berasal dari banyak latar belakang yang berbeda. Oleh karena itu kita juga harus suguhkan sajian yang beragam demi memberikan kepuasan kepada mereka,” ajak Wakil Bupati Samosir. (POL/SBS)
Berikan Komentar:







