Toba, POL | Pemberian kartu tani untuk masyarakat Kecamatan Uluan Kabupaten Toba berjalan tertib dan lancardengan mengikuti protokol Covid ‐19. Para petani yang mengurus kartu tani terlihat memakai masker, menjaga jarak dan terlebih dahulu mencuci tangan sebelum memasuki ruangan pertemuan kantor Camat, Jumat (24/7/2020).
Sebelum membuka rekening kartu tani, kegiatan itu dibuka Camat Uluan melalui Sekcam Rajinus Sirat SH yang dalam sambutannya mengimbau para petani, agar mematuhi protokol kesehatan, jaga jarak, pakai masker dan selalu cuci tangan.
“Mari kita mulai dari diri kita dan keluarga masing masing sehingga penularan pandemi Virus Covid ‐19 cepat terputus,” sebutnya.
Menurut Waldemar Manurung Kepala Balai Penyuluh Pertanian ( BPP ) Kecamatan Uluan, untuk memutus rantai penyimpangan penggunaan pupuk bersubsidi, kini Kementrian Pertanian membuat kebijakan baru, setiap petani harus memiliki “Kartu Tani”.
“Ssehingga pupuk bersubsidi tidak dapat diambil tanpa menggunakan kartu tani sebutnya.nantinya para petani yang tidak memiliki kartu tani tidak dapat lagi membeli pupuk bersubsidi,” terangnya.
Waldemar menambahkan, kita sangat bersyukur karena Kabupaten Toba merupakan salah satu dari empat Kabupaten di Sumut yang sudah memiliki kartu tani, dan Kecamatan Uluan yang pertama di Toba sebutnya.ada sekitar 1742 petani yang ada di Uluan ,yang sudah keluar daftarnya dari kementrian pertanian baru sekitar 1187 petani dan sisanya akan menyusul sebut Manurung.
Lena Pardede, Kabid Ketahanan Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Toba mengatakan, pembagian kartu tani akan diberikan serentak oleh Bupati Toba, kini baru sebagian yang di cetak Bank Negara Indonesia ( BNI ) setelah selesai semua di cetak ,nanti akan segera dibagikan katanya. Dalam pengurusan kartu tani, setiap petani harus membuka Rekening pada Bank Negara Indonesia dengan saldo minimal Rp.100.000. (POL/Tb)







