Labuhanbatu, POL | Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) merupakan program dana hibah dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), diperuntukan bagi masyarakat memiliki lahan sudah tidak bermanfaat hasilnya.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara, Agus Salim Ritonga, pada acara Launching penanaman perdana program Peremajaan Sawit Rakyat di Desa Tanjung Siram, Kecamatan Bilah Hulu.
“Melalui program Peremajaan Sawit Rakyat, seluas 77 hektar lahan tanaman sawit masyarakat di Desa Tanjung Siram, dipertengahan tahun 2020 ini dilakukan peremajaan,” kata Agus Salim Ritonga, Kamis (11/6/2020).
Manager Kemitraan Musim Mas Group, Siswondo Parman menyampaikan, peremajaan lahan tersebut dikelola PT Siringo-Siringo (Musim Mas Group Medan), sebagai mitra Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mekar Jaya. Kegiatan peremajaan ini, dimulai dari pengolahan lahan, penanaman, hingga tanaman kelapa sawit itu siap panen atau berproduksi.
“Program PSR ini direncanakan berlangsung mulai penanaman sekitar 30-49 bulan, kemudian peserta Gapoktan akan mendapat hasil produksi,” jelas Manager Kemitraan Musim Mas Group, Siswondo Parman.
Sementara Ketua Gapoktan Mekar Jaya, Irham Amri menyampaikan, jumlah luas lahan Gapoktan Mekar Jaya yang mendapat bantuan PSR lebih kurang seluas 77 hektar, beranggotakan 33 orang peserta. Irham berharap, kiranya PT Siringo-ringo sebagai mitra petani, dapat terus menjadi mitra Gapoktan Mekar Jaya kedepannya, dengan membentuk pola sebagai bapak angkat.
Dalam rangkaian kegiatan itu, diperlihatkan cara pengolahan lahan menggunakan alat berat ecavator (beko) menumbangkan tanaman kelapa sawit hingga dicincang, kemudian diratakan dengan tanah. (POL/LB1)







