• Redaksi
  • Hubungi Kami
Selasa, 24 Februari 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Internasional

40 Kota, 15 Negara Bagian AS Terapkan Jam Malam Hadapi Aksi Solidaritas Floyd

Editor: Editor
Senin, 1 Juni 2020
Kanal: Internasional

Editor:Editor

Senin, 1 Juni 2020
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Jakarta, POL | Hampir 40 kota di Amerika Serikat (AS) menerapkan jam malam sebagai respons atas aksi solidaritas George Floyd yang berisiko berujung perusakan akhir pekan ini.

Selain itu, seperti dilansir CNN, pada Minggu (31/5) pagi, sebanyak 15 negara bagian di AS telah mengaktifkan mobilisasi pasukan garda nasional untuk membantu polisi mengontrol situasi keamanan.

Aksi protes antirasialisme berkembang di Amerika Serikat (AS) karena kematian George Floyd di tangan polisi Minneapolis, Minnesota.

George Floyd meninggal karena lehernya dikunci menggunakan lutut oleh polisi yang menangkapnya dengan tuduhan membelanjakan uang palsu di Minneapolis pada awal pekan lalu. Buntut kematian Floyd tersebut, muncul protes antirasialisme di seluruh wilayah AS, bahkan menular ke wilayah lain di dunia termasuk di Eropa.

Namun, tengah pekan lalu, aksi protes tersebut diwarnai perusakan dan penjarahan di sejumlah kota di AS seperti di Minneapolis, St Paul, hingga Atlanta.

Sehingga beberapa kota dan negara bagian mulai menerapkan jam malam. Bahkan ada negara bagian yang sudah menetapkan status darurat di antaranya adalah Arizona, Texas, dan Virginia.

Hingga akhir pekan lalu, aksi protes yang berujung bentrokan masih terjadi di sejumlah wilayah di Amerika Serikat. Beberapa di antaranya adalah di Santa Monica di mana polisi mencoba membubarkan pengunjuk rasa.

Juga di San Diego di mana polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan demonstran sehingga terjadi bentrokan. Kemudian di Washington DC, di mana seperti dilansir CNN dalam pemberitaan terkini (live update) polisi melakukan pengamanan terhadap demonstran di Taman Lafayette karena ketahuan membawa kotak berisi batu-batu.

Kemudian, di Philadelphia, para demonstran dibubarkan polisi pukul 18.00 waktu setempat karena sudah masuk jam malam. Polisi menggunakan peluru karet, gas air mata untuk membubarkan demonstran. Sementara itu, demonstran melakukan perusakan atas dua mobil polisi lalu membakarnya.

Dan, di Louisville, Wali Kota wilayah itu, Greg Fischer mengatakan polisi telah melakukan penangkapan terhadap 40 orang pada Sabtu malam. Fischer mengatakan mereka yang ditangkap adalah kriminal yang membonceng aksi antirasialisme. (POL/CNN)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Tags: Aksi Solidaritas Floyd
Berita sebelumnya

PTUN Medan Kabulkan Gugatan Direksi PD Pasar, Majelis Hakim: Jangan Pertontonkan Arogansi!

Berita selanjutnya

Wabup Sergai Panen Semangka Bersama Gapoktan Seiya Sekata

TERBARU

Warga Buta Hukum, Asuransi Jasa Raharja Hilang

Selasa, 24 Februari 2026

Malam Penuh Berkah di Bulan Ramadhan, Rico Waas Perkuat Ukhuwah Lewat Tarawih Bersama Warga Medan Selayang

Selasa, 24 Februari 2026

Gebrakan di Bulan Suci Ramadan, Rico Waas Lantik 213 Pejabat, Tekankan Mental Tancap Gas

Senin, 23 Februari 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd