Labuhanbatu, POL | Bupati Labuhanbatu memberikan instruksi tegas kepada seluruh satuan pendidikan, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, untuk menyukseskan program gerakan “Kamis Berbudaya”.
Instruksi strategis ini disampaikan langsung secara resmi melalui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu, Abdi Jaya Pohan, dalam sebuah agenda pertemuan dinas bersama para kepala sekolah dan koordinator wilayah bidang pendidikan se-Kabupaten Labuhanbatu.
Langkah ini diambil pemerintah daerah sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam melestarikan nilai-nilai kearifan lokal sekaligus membentuk penguatan karakter berbasis kebudayaan nasional yang menyasar generasi muda sejak usia dini di sekolah.
“Bupati Labuhanbatu berharap program gerakan Kamis Berbudaya ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial semata, melainkan mampu diimplementasikan secara nyata sebagai instrumen efektif dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air pada siswa,” ujar Abdi Jaya Pohan.
Menurutnya, pihak Dinas Pendidikan Labuhanbatu akan melakukan pengawasan ketat dan evaluasi berkala untuk memastikan seluruh sekolah tanpa terkecuali menjalankan program ini dengan penuh komitmen dan tanggung jawab.
Melalui sinergi yang solid, kehadiran program strategis ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya unggul secara akademis, namun juga kaya akan nilai etika, kesantunan, dan pelestarian adat istiadat luhur bangsa.
Program gerakan “Kamis Berbudaya” ini dirancang selaras dengan implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya pada penguatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Dalam pelaksanaannya, setiap hari Kamis, para siswa dan tenaga pendidik diimbau untuk mengenakan pakaian adat daerah secara bergantian, menggunakan bahasa daerah yang santun dalam interaksi informal, serta menampilkan kesenian tradisional pada jam istirahat atau muatan lokal.
Langkah masif Dinas Pendidikan Labuhanbatu ini juga menjadi bagian integral dari payung besar program “Gerakan Sekolah Cerdas Bersinar” yang tengah digalakkan secara regional. Melalui integrasi budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) yang dipadukan dengan kearifan lokal Melayu, Batak, Jawa, dan etnis lainnya di Labuhanbatu, sekolah diharapkan mampu bertransformasi menjadi benteng pertahanan moral di era digitalisasi.
Dengan adanya pengawasan berkala yang dilakukan melalui inspeksi mendadak (sidak) oleh jajaran Dinas Pendidikan ke berbagai penjuru kecamatan, pemerintah daerah optimis bahwa standarisasi mutu pendidikan karakter di Labuhanbatu dapat merata, sekaligus mempersempit kesenjangan kualitas antara sekolah perkotaan dan wilayah pelosok. (lb1)







